Bertemu dengan rekan-rekan Asia Blogging Network di Bandung
in Daily, Indonesian, Personal
Hari Sabtu kemarin, saya berkesempatan untuk main ke Bandung. Kali ini kedatangan dalam kaitan bertemu dengan rekan-rekan Asia Blogging Network. Karena saya satu-satunya yang berasal dari tempat yang ‘paling jauh’ (Yogyakarta) diantara rekan-rekan yang lain, jadilah saya bertamu kesana (Bandung). Alasan lain adalah ini untuk kali pertama kesempatan bertemu dengan rekan-rekan Asia Blogging, karena sejak persiapan sampai dengan diluncurkanpun, belum pernah bertemu bersama.
Saya berangkat hari Jumat malam, dan pulang kembali ke Yogyakarta pada hari Selasa pagi. Perjalanan saya menggunakan kereta api. Dan inilah sekelumit cerita perjalanan. Memang cukup panjang untuk diceritakan… ;)
Kereta Api Turangga, telat dan macet!
Saya berangkat dari Stasiun Tugu Yogyakarta kira-kira pukul 00:15 dengan menggunakan Kereta Api Turangga jurusan Yogyakarta - Bandung. Sebenarnya ingin naik KA Lodaya, tapi karena tiket sudah habis — dan KA Turangga juga tinggal tersisa dua kursi, jadilah pilihan jatuh ke KA Turangga. Tidak ada hal yang menarik selama perjalanan kecuali kenyataan bahwa saya sampai di tujuan terlambat dari jadwal. Oh ya, saya juga sempat ngeri juga melihat rute perjalan kereta. Di satu daerah (saya lupa namanya), saya benar-benar merasakan bahwa kereta berjalan dengan sangat perlahan. Dari jendela saya melihat jurang yang dalam. Aduh! Sempat berkirim pesan pendek dengan Mas Ikhlasul Amal dan juga teman saya Rofi’i. Kira-kira sampai Bandung jam 10:00, padahal menurut jadwal harusya sampai tujuan jam 07:33. Argh!
Di stasiun, dua orang teman saya (Rofi’i dan Rezza) sudah menunggu. Terima kasih ya untuk kesabarannya menunggu! Oh ya, Rofi’i dan Rezza ini dua orang teman yang dulu pernah bersekolah di tempat yang sama semasa SMA. Rezza adalah adik kelas saya, sedangkan Rofi’i adalah kakak kelas saya (dan baru pertama kali ini bertatap muka langsung).
Dengan menggunakan motor, rute perjalanan saya pertama adalah sarapan. Kali ini menu pertama adalah Nasi Timbel. Saya lupa tepatnya di daerah mana, yang pasti (menurut saya), Nasi Timbel ini enak juga, cocok dengan lidah saya. :) Setelah itu, istirahat sejenak di tempat Rofi’i di daerah Cisadea. Kira-kira pukul 13:00, saya berangkat ke Cihampelas Walk untuk bertemu dengan rekan-rekan Asia Blogging. Diantar oleh Rezza dengan menggunakan motor, inilah kali pertama saya merasakan macetnya kota Bandung. Dan untuk melengkapi kesialan, sempat juga disapa oleh hujan deras di siang bolong.
Karena hujan tidak kunjung reda, setelah berteduh di bengkel motor (dekat dengan daerah Cihampelas), saya putuskan untuk naik angkot. Atas petunjuk Rezza (mulai dari angkot yang digunakan, ongkos, lokasi turun), saya naik angkot. Dan tidak lupa untuk pesan kepada sopir, “Pak, kalau sampai di Ciwalk, kasih tahu ya?”. Hehehe… Singkat cerita, setelah dipandu (lagi) oleh Mas Amal saya bertemu dengan rekan-rekan yang lain di Starbucks, Ciwalk. Ada Budi Putra (yang akhirnya mendapat panggilan Gus Bud), Kuncoro Wastuwibowo, Harry Sufehmi, Rendy Maulana dan Ikhlasul Amal. Saya kira saya yang paling datang terakhir, ternyata Firman Firdaus masih keasikan dengan sopir angkot dan kemacetan. Tidak lama kemudian Firman Firdaus datang, dan lengkaplah sudah.

Ditemani kopi, donat (eh, saya lupa belum sempat mencicipi satu donatpun!), dan bakpia yang saya bawa dari Yogya kami berbincang panjang. Kali ini, Asia Blogging mempertemukan pula bakpia dengan bolen. Tidak hanya tentang Asia Blogging saja, tapi juga tentang banyak hal. Sangat menarik! Terima kasih banyak ya Pak Kuncoro untuk kopi dan teh-nya! Ketika ngobrol, muncul ide pula untuk melanjutkan acara ketemuan keesokan harinya dengan beberapa kontributor lain yang berasal dari Bandung. Kalau tidak salah dengar, Firman Firdaus sempat pula menelpon Isyana Artharini. Tapi sepertinya Isyana tidak bisa hadir. Hari itu acara ditutup dengan makan malam. Oh ya, sempat juga ada insiden kecil melucuti bawaan Firman Firdaus. Saya kebagian topi, Rendy juga dapat topi, yang lain sempat kebagian pin(?). Makasih ya Mas Firman! Budi Putra dan Firman Firdaus mencari penginapan, Harry Sufehmi pulang ke Jakarta, dan saya pulang ke tempat teman saya Rezza, masih di daerah Cihampelas dengan berjalan kaki. Saya memang disarankan untuk jalan kaki saja, lebih cepat daripada naik angkot. Saran ini terbukti. Ketika saya mulai jalan, saya iseng melihat angkot didepan yang terjebak macet. Ketika sudah sampai tujuan, ternyata angkot masih tertinggal dibelakang.
Karena terserah saja, jadi ya ke Lembang!
Setelah itu, Rofi’i datang ke Cihampelas. Janjian makan bareng sambil muter-muter Bandung. Saya mengiyakan, rasa capek dikalahkan oleh teman-teman yang ngajak muter-muter. Setelah mandi dan istirahat sebentar, kira-kira pukul 23:00, dimulailah perjalanan mencari makan. Dan ternyata oh ternyata (karena saya memang tidak tahu jalan alias ‘terserah saja makan dimana’), termpat makan lumayan jauh: di Lembang, mendekati Tangkuban Perahu! Wong ediannnn! Ditemani udara yang dinginnya kelewatan, akhirnya kita memilih untuk berhenti di sebuah warung makan pinggir jalan… menikmati bandrek susu, ketan bakar dan indomie rebus. Pulang kurang lebih jam setengah tiga pagi. Jalanan berkabut sangat tebal, dan dinginnya minta ampun. Sampai dirumah, muka sudah basah kena embun. Karena capek banget, akhirnya langsung tidur; bersiap untuk kegiatan berikutnya: bertemu di tempat kumpul yang direkomendasikan oleh Rendy Maulana, tanggal 1 Juli 2007, jam 11:00.
Foto oleh Ikhlasul Amal. Foto lain koleksi pribadi menyusul karena semua masih ada di handphone saya.
This entry receives 7 comments.
firman firdaus
kenapa nama firman firdaus selalu disebut lengkap begitu? hahaha…nice to meet you pals!
Jul 4, 2007 at 7:07 pm
rendy
karena eh karena…
Jul 4, 2007 at 7:17 pm
Redy
Hmm, oleh-olehnya mana kang Tho? Kemarin kayaknya udah njanjeni oleh-olehnya je… :P
Jul 4, 2007 at 11:43 pm
Thomas Arie
Firman, iya Mas.. hehe, sudah kebiasaan kali ya?
Rendy, halah… karena terus… :P
Redy, lha kemarin sudah sampe kan? Pagi tak anter ke tempatmu tuh titipan dari Bandung-nya. Mosok gak ikut mencicipi?
Jul 5, 2007 at 1:44 am
Budi Putra
Orang Padang kok dipanggil Gus…. hehehe…. lucu juga kedengarannya …
*gara-gara bikin analisis soal politik Indonesia….*
Jul 6, 2007 at 6:47 pm
rofii
hehehe piss dehh…
lain kali kalo maen ke bandung ga akan ke lembang lagi deh klo ga kuat dingin
kita ke ranca upas aja ya…
hahahha…
Jul 9, 2007 at 2:56 pm
goz
OOT ah.. lho gondrong saiki koe thom? =)
Jul 17, 2007 at 8:33 pm