You're here: Home → Sebuah Contoh Penyampaian Informasi Berita (di detikinet)

Sebuah Contoh Penyampaian Informasi Berita (di detikinet)

Hari ini, Detikinet menampilkan berita tentang status domain .id melalui artikelnya yang berjudul “Besok, Domain .id Terancam Mati“. Saya sendiri tahu berita ini dari Lala. Ya, karena saya memang tidak terlalu menjadikan Detik sebagai sumber berita saya.

Karena kebetulan saya memiliki beberapa domain .id, saya jadi penasaran untuk membaca artikel tersebut. Karena setahu saya, Depkominfo sendiri belum mengeluarkan sebuah kebijakan yang jelas mengenai sistem pengelolaan domain, terutama terkait dengan masa aktif domain .id.

Setelah membaca berita tersebut, saya merasa berita ini aneh. Mungkin sangat aneh. Judul berita memang cukup membuat pembaca penasaran (paling tidak saya merasa demikian). Namun, isi berita yang disampaikanlah yang langsung “membantah” judul berita tersebut.

“Jadi domain-domain .id yang masa berlakunya berakhir 31 Maret 2007 akan otomatis diperpanjang. Tidak mati. Kita tidak membunuh nama domain yang ada,” paparnya (Teddy Sukardi, Ketua Pengurus PANDI) saat dihubungi detikINET, Jumat (30/3/2007).

Semua kembali kepada kesimpulan dari tiap pembaca artikel berita tersebut.


Yang menarik adalah darimana datangnya kesimpulan bahwa “Besok, Domain .id Terancam Mati”. Saya masih ingat tahun lalu, kalau tidak salah semua domain akan kadaluarsa pada Agustus 2006. Kemudian diperbarui secara otomatis dan tanpa biaya. Dan, hari ini, setelah saya membaca berita tersebut, saya mencoba mencari tahu beberapa informasi terkait dengan status domain .id tersebut. Dan hasilnya:

  • Pendaftaran domain .ID secara gratis diperpanjang hingga 30 April 2007 (Sumber: register.net.id).
  • Semua nama domain.ID yang masa berlakunya berakhir ditahun 2006 akan diperbaharui hingga tanggal 31 April 2007. Perpanjangan masa berlaku nama domain.ID tidak dipungut biaya. (Sumber: Depkominfo) Catatan: Kalau ditempat saya, bulan April hanya memiliki 30 hari. Mungkin kalender yang digunakan untuk referensi informasi tersebut beda. Hehe…

Namun, mungkin informasi diataspun bukanlah informasi yang terbaru.

Tidak lama kemudian, detikinet mempublikasikan berita lanjutan mengenai domain .id tersebut, dengan judul, “Terancam Mati, Domain .id akan Diperpanjang 3 Bulan“.

Nah, gimana hayohhhhh! Ah, tiba-tiba jadi inget ID Media Watch.

Jadi, kalau saya tidak menjadikan Detik sebagai sumber berita saya, ini salah satu alasannya.

This entry receives 10 comments.

  1. Oskar Syahbana

    Loh detik memang bukannya sering gitu? Bikin headline yang cukup bombastis semacam mash-up yang malah jadi bikin berita engga nyambung? Jadi inget dulu detik pernah “membombastiskan” berita tentang virus komputer yang dapat menular layaknya virus biologis…

    Mar 30, 2007 at 8:02 pm

  2. Vavai

    Wah, kesimpulannya kok sama persis dengan yang saya maksud ya mas…

    Saya tadi juga niatan posting masalah ini… Memang Detik nih…

    Mar 30, 2007 at 8:33 pm

  3. Ben

    detik gitu loh…

    Mar 31, 2007 at 2:41 am

  4. Hedi

    Salah satu modus detik kan meningkatkan page view dan counter, pasti dibikin begitu. Buat saya, kalau speed update berita ngecek detik, tapi akurasi berita mungkin enggak deh.

    Mar 31, 2007 at 4:38 am

  5. Jauhari

    namanya juga detik.

    Mar 31, 2007 at 6:07 pm

  6. Hardjono

    Itu namanya headline yang sukses. Tuh banyak yang baca. Seriously, masa domain .id akan mati…:) Salam kenal [TH].

    Apr 1, 2007 at 7:52 am

  7. firman firdaus

    untuk aktualitas bolehlah detik, tapi untuk faktualitas? nggak banget.

    Apr 2, 2007 at 3:13 pm

  8. ichal

    kaget juga kalo domain .id mati hehehe….

    Apr 13, 2007 at 12:21 am

  9. sulaiman

    idem …

    kecepatan penurunan berita, ok. Keakuratan? Belum tentu.

    Apr 22, 2007 at 11:54 pm

  10. adhitya

    he..he..itulah kalau dunia pers sudah terkontaminasi dengan bombastisme (ada gak ya istilah kayak gini) ala infotainment. Jadi ingat sama berita di trans 7 di berita malam (namanya lupa).

    ” Konser Ungu dan Samson di Palangka Raya kembali memakan korban, saksikan berita selengkapnya setelah pesan-pesan berikut ini”

    Karena itu kota kelahiran dan sepertinya mengerikan terpaksa deh gak ganti chanel, takut ketinggalan berita. Dan kemudian isi beritanya (kurang ajar, tertipu)…

    “Konser Ungu dan Samson di palangka raya menyebabkan beberapa wanita pingsan dan seorang kesurupan :-)”.

    Kasihan banget Ungu, sudah dilarang manggung di Jakarta, diberitakan jelek pula di trans7. Wong konser ada yang pingsan mah biasa, kesurupan kali yang agak aneh. Mungkin trans7 sengaja menggunakan momentum dilarangnya Ungu manggung di Jakarta sehingga dengan sedikit bombastime judul berita pemirsa jadi tertipu dan terpaksa menonton berita yang gak mutu.

    thanks dab

    Apr 24, 2007 at 1:07 pm

Custom Search

Orangescale Flickr Photostream • more →

  • Make Up by Wardah
  • Make Up by Wardah
  • Make Up by Wardah
  • Make Up by Wardah
  • Make Up by Wardah
  • Make Up by Wardah