Empat Mata Trans 7 (dan Tukul Arwana)

Empat Mata, sebuah tayangan acara Trans 7 saat ini mungkin menjadi topik yang cukup banyak dibicarakan. Dan, tentu saja sosok Tukul Arwana yang memiliki nama asli Tukul Riyanto semakin dikenal. Saya masih ingat beberapa minggu lalu, media (terutama infotainment) di Indonesia cukup gencar mengulas mengenai sosok yang satu ini.
Yang banyak diulas, selain kesuksesan seorang Tukul Arwana bersama dengan Empat Mata, juga mengenai sosok personal yang dimiliki oleh seorang Tukul Arwana. Selamat untuk Tukul Arwana dan Empat Mata untuk pencapaian ini!
Jargon-jargon baru juga muncul dan semakin populer. Yang pertama tentu saja “Kembali ke lappp… topp!”. Ungkapan ini semakin akrab saja di telinga. Tentu saja disamping jargon lain seperti “Katro!”, “nDheso!”, “Tak sobek-sobek mulutmu!”, dan lain-lain yang identik dengan Tukul Arwana dan Empat Mata.

Saya sendiri memang tidak terlalu mengikuti acara ini. Dalam artian bahwa saya tidak secara khusus melihat acara ini. Walaupun acara ini sebenarnya sudah dimulai pada 26 Mei 2006 yang lalu, saya mungkin baru beberapa kali (saya yakin kurang dari 20 episode) melihat acara ini. Setelah mengalami perubahan jam tayang-pun, saya juga tetap tidak terlalu excited dengan acara ini. Kenapa?

Saya memiliki sebuah ekspetasi sendiri, dan itu tidak saya dapatkan…
Acara dikemas dengan ringan, dengan guyonan segar, dan banyak muncul sebuah kelucuan yang tidak terduga. Ini mungkin salah satu hal yang menjadi parameter ‘keberhasilan’ dari acara ini. Penonton tertawa lepas (entah karena Tukul sebagai pembawa acara, atau karena guyonan yang melibatkan orang lain dalam acara tersebut, misal bintang tamu). Ketika saya melihat acara ini untuk yang pertama kali, kedua kali dan ketiga kalinya… saya seperti melihat sebuah ritme yang sama. Kelucuan yang kurang lebih sama, ‘cemoohan’ yang sama (yang sialnya inilah yang (sepertinya) menjadi selling point dari acara ini).
Ketika menonton sebuah acara talkshow, saya memiliki sebuah ekspetasi lain. Bukan hanya sebuah guyonan ringan. Sebagai seorang audience, selama dan setelah sebuah acara selesai, saya mendapatkan sebuah informasi ataupun pemahanam baru; baik terhadap hal yang memang sudah cukup saya pahami, maupun hal-hal yang memang belum saya ketahui sebelumnya.
Dalam acara Empat Mata, memang terjadi sebuah proses komunikasi (tanya jawab). Bintang tamu muncul (mungkin dimunculkan) sebagai seorang nara sumber, yang (mungkin) mampu membawa atau memberikan informasi mengenai isu yang berkembang di masyarakat. Hal ini mungkin menjadi salah satu pertimbangan mengapa banyak bintang tamu yang diundang berkaitan dengan isu-isu terbaru.
Namun yang terjadi sepertinya bukan menempatkan bintang tamu sebagai ‘bintang’. Bintang tamu muncul sebagai sebuah amunisi ampuh untuk mendongkrak kelucuan. Jika acara Empat Mata adalah sebuah dapur untuk memasak, sang koki sudah siap, peralatan masak sudah siap, masakan yang dibuat sudah ditentukan, tinggal mencari bahan masakan, bumbu yang membuat masakan tersebut semakin sedap. Disinilah bintang tamu (atau kita sebut sebagai ‘tamu’ saja) mengambil peran. Peran dalam sebuah perhelatan dalam ‘menelajangi’ diri dan ‘ditelanjangi’.
Beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada tamu acara tersebut mungkin memang dalam takaran yang pas. Dalam artian, bahwa sebenarnya publik juga ingin mengetahui mengenai jawaban dari pertanyaan. Tapi yang sering terjadi, pertanyaan tersebut tidak mendapatkan jawaban dan lewat begitu saja karena tertutup oleh gurauan-gurauan (yang mungkin menjadi inti dari acara ini). Di sisi yang lain, mungkin bintang tamu juga merasa bahwa pertanyaan tersebut adalah cukup berbobot, dan ingin memberikan sebuah formula jawaban yang tepat dan berbobot pula. (Probably) right person, but not at a right time.
Ritme yang sering saya lihat dalam sebuah segmen justru adalah: Tukul bertanya, bintang tamu akan (atau sedang) menjawab, dimunculkan kelucuan, “Kembali ke lapp… top!”, kemudian ditutup oleh pertanyaan lain atau iklan. Dari sudut pandang ‘berbincang’, yang justru terlihat adalah sebuah kekosongan…
Selama acara, memang banyak terjadi kelucuan yang menstimulasi audience untuk tersenyum dan tertawa lepas. Namun, setelah acara… kembali kosong, dan menunggu kelucuan-kelucuan yang lain dalam episode berikutnya. Ya, mungkin inilah komedi, dan inilah yang ingin dicapai oleh acara ini.
“Tak sobek-sobek mulutmu…”, “Puas?! Puas?!”
Mungkin tidak hanya dalam acara komedi saja muncul jargon-jargon menjadi populer, sebagai akibat dari penempatan jargon sebagai salah satu formula kelucuan. Jargon, kalimat atau apaun itu namanya, bisa menjadi sangat lucu atau bahkan sangat tidak lucu. Jargon yang muncul dalam Empat Mata memang sudah sangat identik dengan sosok Tukul Arwana. Bahkan, mungkin sudah muncul sebuah persepsi bahwa jargon tersebut hanya akan pas (dan menjadi lucu) kalau diucapkan oleh Tukul Arwana. Ya, sudah menjadi trademark Tukul.
Namun ketika jargon tersebut diucapkan di saat dan situasi yang tidak di disain untuk menampilkan kelucuan, yang muncul bisa jadi sebaliknya. Kalau dalam sebuah adegan lawak, ketika salah satu tokoh mengumpat dengan kalimat, “Anjing!”, atau dalam konteks Empat Mata muncul ungkapan “Tak sobek-sobek mulutmu!”, hasilnya bisa jadi sebuah kelucuan.
Menentukan apakah sebuah ungkapan tersebut berada dalam konteks komedi atau bukan memang bisa menjadi situasi yang sangat situasional, dan mungkin juga emosional. Kalau beberapa orang berpendapat bahwa “Tak sobek-sobek mulutmu!” adalah sebuah ungkapan yang tidak sopan (atau cenderung kasar), respon bahwa hal tersebut adalah sebagai sebuah bumbu kelucuan bisa dijadikan sebuah alasan. Yang mungkin cukup sulit mengontrol adalah bagaimana jargon-jargon tersebut dikeluarkan memang sesuai dengan timing yang sesuai.
Sedikit berandai-andai, apa jadinya ya kalau dalam sebuah proses komunikasi, karena terbawa suasana, muncul sebuah kalimat, “Sudah toh, jangan protes melulu, tak sobek-sobek mulutmu!”. Bagi yang melontarkan kalimat tersebut, mungkin maksudnya adalah bercanda, tapi mungkin tidak begitu yang ditangkap oleh lawan bicara…
Ini adalah pilihan…
Namun, semuanya kembali kepada audience sendiri. Karena pada prinsipnya, siapapun memiliki hak untuk memilih dan memilah mana yang sesuai untuk (diri saya — sebagai salah satu manusia yang melihat televisi) mereka sendiri. Adalah sah-sah saja ketika Empat Mata menjadi tontonon favorit. Namun, sah-sah juga jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda juga, bukan?
Catatan: tulisan ini merupakan pendapat pribadi, tidak ada maksud lain kecuali menyampaikan pandangan mengenai acara Empat Mata.
2 April 2007: Jika Anda ingin memberikan usulan, masukan, atau menghubungi tim acara Empat Mata, silakan langsung mengirimkan email kepada tim acara Empat Mata. Hal ini sebagai informasi karena saya mendapatkan cukup banyak email pribadi yang menanyakan mengenai: cara ikut menyaksikan acara Empat Mata secara langsung, usulan bintang tamu, dan masukan lain. Saya tidak ada hubungan apapun dengan tim produksi acara Empat Mata, maupun Tukul Arwana.


This entry receives 114 comments.
galih
Segmen pasarnya beda mas, yang dicari mas ari mungkin ada di kick Andy, atau mungkin pula semacam Om Farhan. Empat Mata positioning-nya di luar pakem sebuah talkshow (awal2 malah sangat parah, beda dengan sekarang yang telah ‘diracuni’ banyak pesan sponsor), dan meledaknya empat mata karena diferensiasinya ini, baik di pembawa acaranya maupun isi temanya. Mungkin lebih dekat ke ceriwis. kalau cari talkshow yang “sehat”, sebenar-benarnya talkshow, ya jangan nonton empat mata :)
Mar 8, 2007 at 5:35 pm
Thomas Arie
Terima kasih komentarnya Mas Galih!
Saya memang tergoda juga pada awalnya untuk menuliskan artikel ini dengan memberikan acara talkshow pembanding. Tapi, saya urungkan niat saya.
Disini saya mungkin hanya melihat “What’s going on” di Empat Mata. Kalau mengenai “diracuni” dengan pesan sponsor… ya, itu mungkin konsekuensi logis juga kali.. :)
Nah, jadi… Empat Mata ini tergolong talkshow yang seperti apa? Apakah sebagai “talkshow pokoknya-penonton-senang”?
Mar 8, 2007 at 5:45 pm
mamat
Saya sependapat dengan artikel ini, setelah menonton beberapa episode, memang tidak terjadi perbaikan, terutama dalam cara Tukul membawakan acara. Sepertinya sih acara ini memang hanya untuk guyonan saja, dan bintang tamunya hanya sebagai pemanis saja.
Memang aneh, tapi itulah keinginan pasar :p
Mar 8, 2007 at 5:53 pm
Deny Sri Supriyono
sepertinya begitu, mas.
talkshow yang “just kidding and just for laugh”.
Mar 8, 2007 at 6:00 pm
nien
ngga pernah nonton,
dan memang ngga tertarik,
males ama tukul yg “kyknya” ehm… tukang mbathi itu :p
Saya memiliki sebuah ekspetasi sendiri, dan itu tidak saya dapatkan…
kudune wingi nonton talkshow kampusku mbek,
pasti puas… puas?! :D
Mar 8, 2007 at 7:00 pm
rasyid
Banyak orang stress di Indonesia(mungkin saya juga) makanya Empat mata laku. Ga usah terlalu banyak mikir cela sana, cela sini trus ketawa….semua senang…
Mar 8, 2007 at 7:47 pm
firman firdaus
sekali dua saya masih bisa tertawa. tapi lama kelamaan, rasanya bosan juga. mending tidur.
@Deny, dua hari ini, blog ente nggak bisa diakses (or is it just me?)
Mar 8, 2007 at 7:52 pm
Jauhari
Puwas Puwas sekali mas ;)
Mar 8, 2007 at 8:18 pm
Trinie
Sama dong, Rie..
Aku juga ga bisa “masuk” ke acara 4 Mata itu.
Mar 8, 2007 at 8:52 pm
geblek
puwas puwas
tak sobek sobek mulutmu :))
dibatam sendiri untuk siaran trans7 jadi ntuk jargon ini jrg sekali ditemui paleng jg gaya tepuktangannya.
oh ya si tukul mahal krn mulutnya kalinya :)
tapi kok masih mahal ilernya burung wallet :))
gak nyambung euy kabur ah
Mar 8, 2007 at 9:24 pm
koronx_lezat
#6, Betul, banyak yg stress, pengen nyela orang … hihi … Ketawa-ketiwi, gak perlu banyak mikir …
Kalo nonton tiap hari sih pasti bosen. Nontonnya kalo lagi suntuk aja. Gak usah terlalu tinggi ekspektasi. Kalo mau informasi sih mungkin ganti channel ke MetroTV aja kali.
Mar 9, 2007 at 8:35 am
Wahyu
Heheh, tapi memang lucu kok, walau saya baru 1 kali aja nonton.
Mar 9, 2007 at 8:48 am
armadda
saya seh expecting-nya liat 4 mata adalah nonton komedi, bukan talk show.
Mar 9, 2007 at 10:04 am
ananta
sepertinya memang ke arah talkshow lucu-lucuan
tapi saya tidak suka cara nge-lawak seperti itu, yang lebih banyak nyerang fisik atau nyrempet-nyerempet jorok :p
pernah nonton sekali, ga betah nontonnya …
Mar 9, 2007 at 11:20 am
Thomas Arie
Terima kasih untuk semua komentar…
Kalau memang ekspetasi saya berlebihan, ya suka tidak suka harus saya terima… :)
Jadi, ‘atas nama kelucuan’ saja?
Mar 9, 2007 at 12:50 pm
agung
soal jargon2nx tukul, emang ga bisa kita bawa ke smua stuasi mas, karena setiap orang punya takaran atau pandangan yang berbeda-beda. yang jadi masalah kl ternyata yang diajak bercanda ga pernah nonton acara tersebut.
jargon yang paling pas… dan sering saya gunakan pas lagi ngasih materi.. “kembali ke… laptopp!!..”
Mar 9, 2007 at 2:19 pm
kus
di Nova tukul menyebut banyolannya sebagai banyolan cerdas , yang berarti sedikit guyonan dan banyak aksi.
lah dari nama acaranya saja dah aneh Empat Mata tapi ternyata bintang tamunya bisa lebih dari 2 orang. Jadi Empat+ Mata deh.
BTW Artis = AuRat GraTIS
Mar 9, 2007 at 7:59 pm
irfan
Wong Ndeso boleh ikutan comment di sini gak? Ada beberapa tulisan yang mempertanyakan kredibilitas Empat Mata sebagai sebuah Talk Show. Weh, ngomong gw kayak orang pendidikan (padahal gw juga katro’). Bahkan ada yang mengajak agar masyarakat jangan terlalu larut dengan Empat Mata. Dikatakan bahwa Empat Mata menjadi begitu fenomenal karena konspirasi media yang berada di bawah Trans Group. Terlepas dari Empat Mata, mari kita lihat begitu banyak situs dan blog yang mengulas khusus tentang Tukul Arwana. Begitu banyak pujian buat Makhluk yang jauh dari ganteng ini. Lah saya yang ganteng aja ternyata gak ada apa-apanya dibanding dia. Tukul telah menjelma menjadi sosok idola. Dia menjadi sebuah simbol baru yang menginspirasi bagi banyak orang. Dengan segala keterbatasan, ternyata dia bisa begitu sukses. Mungkin ada begitu banyak contoh lain di dunia ini semisal atlet cacat, seniman tuna rungu, politikus yang lumpuh. Tapi Tukul merupakan simbol yang baru. Maka Empat Mata lebih tepat sebagai Tukul Arwana Show. Cuma masalah nama. Dan orang2 jadi begitu menyukainya sebagai satu paket. Sorry, comment saya panjang, tapi katro’. Maklum, saya ini anggota HOKI (Himpunan Orang Katro’ Indonesia). Oke deh. Saya mau kembali ke Lap Top. Eh, bukan. Kembali ke pohon dan benerin kancing celana dulu.
Mar 10, 2007 at 2:03 pm
agung widodo
di empat mata…yang penting ketawa lah..ini tujuannya empat mata..emang tujuannya bukan memberikan informasi,mendiskusikan sebuah problem atau kasus yang sedang hangat di media,emang jelek,ga terkonsep,kuno,tapi itulah yang menjadi keunggulan empat mata..jadi kalo emang ga cocok talkshow edan katro dan ndeso kayak empat mata..jgn nonton..mungkin mas thomas bukan target empat mata…gt aja..seh…yang pasti empat mata lebih berguna daripada republik mimpi yang menjual mimpi….sekarang ketawa itu mahal mas di indonesia,,,susah cari kebahagiaan..kesenangan..jadi biarkanlah orang ketawa sebentar walau hanya 1,5 jam…
Mar 10, 2007 at 3:15 pm
petrick riyanto
menurut saya empat mata bagus…karena guyonannya segar..pokoknya maju terus “EMPAT MATA”
Mar 10, 2007 at 3:30 pm
ucha
4 mata baguzzzzzzzzzzssssssssssssssssssssss!bibir tukul makin maju aja dech!
pwwuas!eksotisssssssssss!sukses ya buat empat maTA
Mar 10, 2007 at 6:13 pm
Thomas Arie
Mas Irfan, saya sangat sependapat tentang bagaimana kesuksesan yang dicapai oleh Tukul Arwana memang tidak semata-mata turun dari langit, tapi merupakan hasil kerja keras… Jelas, ini merupakan contoh yang sangat baik…
Sekali lagi, tanpa mengurangi rasa hormat, yang lebih menjadi inti dari tulisan saya bukan mengenai Tukul Arwana sebagai individu, tapi Empat Mata sebagai sebuah bentuk acara. Dan, saya tahu, pendapat saya sangat pribadi…
Agung Widodo, ya… kalau memang ini adalah acara dengan kata kunci “lucu” dan “tertawa”, jelas sekali kok kalau Empat Mata berhasil… Membuat penonton tertawa dengan segala pola tingkah dan guyonan jelas sudah berhasil, dalam tahap bahwa acara ini adalah acara komedi. Saya setuju.
Mungkin sekalian selamat untuk para bintang tamu yang mampu pula “membuat” orang jadi bisa tertawa… :)
Mar 10, 2007 at 9:19 pm
widhi
aku cuma bisa menonton acara ini lewat upload-an videonya di youtube. setelah beberapa kali nonton.. terus terang.. bosan dan ngenes juga.. lha guyonane cenderung dominan ejek2an soal fisik atau asal-usul belaka. polanya tak jauh beda seperti lawakan di indonesia pada umumnya, slapstick banget.
selera pasar tampaknya mm menentukan.. mungkin yang ada di benak produser: “format dagelan gini aja laku keras & menarik banyak iklan.. ngapain buat format acara talkshow yang lebih rumit (dan mungkin ndak mendatangkan keuntungan)?” :)
nah.. kalo mm ekspektasi sudah ndak didapatkan.. ya ganti channel aja to.. seperti kamu bilang.. ini soal pilihan.. ato mending nerusin blogwalking aja yukkk… mungkin malah lebih bisa mencerahkanmu.. hue.he.he.
Mar 11, 2007 at 3:32 am
surya
Empat Mata, bagi saya cukup memberikan sebuah hiburan,
mungkin krn acara ini penuh dgn komedi..
dan banyak tawa… ha haha aha iqiqiqiqi….
tp skrg suka dan tidak kita pada acara ini kembali lg ke pribadi masing-masing individu, ..
jg buat apa di perdebatkan, biar kan saja begetu adanya krn emang sudah dibuat sprt itu,…
tp ini indonesia emang getu kali ya, klo ada hal-hal yg sedang menjadi topik di tanah air ( sprt 4 mta ) yg lg heboh-hebohnya di bicarakan, pasti lah muncul pro dan kontral…
namanya jg sebuah pandapat suka / tidak pastilah ada.
jd maju terus 4 mata…
PEACE
Mar 12, 2007 at 12:36 pm
torogong
kalau saya cuman sebagai pelepas penat mendengar berita yang musibah-musibah mulu, lumayan buat ngilangin sejenak ketakutan kita akan alat transportasi di indonesia :)
Mar 12, 2007 at 1:51 pm
farid
ya mo gimana lg, ketimbang ngomentari acara tukul, masih banyak acara2 lain yang ngak pantes di tayangin dan penuh kebohongan,
yang bisa menyesatkan, seperti sinetron2, namanya jg acara tv cuman buat hiburan, ya bisa2 kita aja lg ngenyimpulkannya
Mar 12, 2007 at 4:42 pm
E-zhie
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hallo Mas Tukul apa kabar? kayaknya acara empat mata makin asyik aja nich? Eh ngomong2 mas tukul tambah terus dan tambah yah…?
-tambah terkenal
-tambah cakep (tapi yang liat lagi kelilipan)
-yang pasti tambah maju terus bersma empat mata (maksudnya bibirnya itu lhooo…..!!!)
ya udah mudah2an sukses slalu bersama empat mata.
Mar 13, 2007 at 9:43 am
Ezhie
Saya hampir tiap malem ngikutin acara Empat Mata, memang bagus banget, tapi saya mau usul nich, kan tiap acara empat mata biasanya menghadirkan artis bahkan penyanyi gimana kalo yang di undang itu penyanyi baik itu penyanyi dangdut, pop, ataupun yang lainya bisa ngak kalo di suruh nyanyi, buat tambah hiburan biar ngak ketawa terus liatin mukanya mas tukul kan bisa goyang tau yah ketawa dan goyang geto lhooo……
Thank’s
Mar 13, 2007 at 9:56 am
Wong Ndeso
Kalo menurut saya acara empat mata itu bagus krn bisa menghibur orang-orang yang stress dengan segala permasalah di negeri kita ini. Dan acaranya lebih bagus dibandingkan dengan sinetron-sinetron yang kurang mendidik. Jadi kalaupun ada yang pro dan kontra itu wajar saja, kan gampang kalau kita bosan tinggal pencet remote dan pindah channel ( kecuali tevenya KATRO nggak punya remote ). Salam Katro…Maju terus Empat Mata dan Salam utk Mas Tukul yang Kutu Kupret…..Ndeso tenan.
Mar 13, 2007 at 10:38 am
irfan
Wah, Mas Thomas milih topik yang cukup hot. So, cukup banyak yang ngasih comment. Saya pakai Google. Kalo pake kata kunci “Empat Mata”, maka artikel Mas Thomas ini (saat saya ngasih comment ini) berada di posisi 12. Kalo kata kuncinya “Tukul Arwana”, posisi 8. Kalo digabung “Tukul Arwana Empat Mata” posisi 5.
Lumayan top Mas.
Oh ya. Mas Thomas udah dapat kesimpulan kan? Empat Mata cuma komedi. Mungkin format baru sebuah dagelan. Ketoprak, Lenong, dan lain sebagainya. Bisa jadi Empat Mata termasuk kategori baru dalam dunia komedi. Ha ha ha…
Empat Mata bisa saja suatu saat jadi garing. Tapi artikel Mas Thomas harus tetap fresh kan?
Oke Mas. Tetap bikin artikel menarik lainnya.
Mar 13, 2007 at 1:18 pm
irfan
Wah, Mas Thomas milih topik yang cukup hot. So, cukup banyak yang ngasih comment. Saya pakai Google. Kalo pake kata kunci “Empat Mata”, maka artikel Mas Thomas ini (saat saya ngasih comment ini) berada di posisi 12. Kalo kata kuncinya “Tukul Arwana”, posisi 8. Kalo digabung “Tukul Arwana Empat Mata” posisi 5.
Lumayan top Mas.
Oh ya. Mas Thomas udah dapat kesimpulan kan? Empat Mata cuma komedi. Mungkin format baru sebuah dagelan. Ketoprak, Lenong, dan lain sebagainya. Bisa jadi Empat Mata termasuk kategori baru dalam dunia komedi. Ha ha ha…
Empat Mata bisa saja suatu saat jadi garing. Tapi artikel Mas Thomas harus tetap fresh kan?
Oke Mas. Tetap bikin artikel menarik lainnya.
Mar 13, 2007 at 2:08 pm
otezz
Kembali ke lappp… topp!
Mar 13, 2007 at 7:42 pm
fernando
Kul..kmu tuh hebattt..memadukan antara presenter and lawak…mustinya di paten nin…:) huaaaannnn…buat spt merk dagang haa….ha….
tampil lin para pejabat donggg,,biar mereka bisa tertawa juga di candain Mr.2kul,,,,haaaa…ok btw..u good man,4 funny peole…ok byeeeeeee
Mar 13, 2007 at 10:09 pm
Husny Zahran
Met malam mas Tukul Kalo boleh aq Pinjem Mtr besarnya untuk Ngecengn Cari cewek Kalo bisa bintang tamunya jangan monoton cewek cakep terus skali-kali orang biasa yang butuh bantuan dan kurang mampu ekonominya
Mar 13, 2007 at 11:32 pm
DENNI
HI TUKUL, saya kagum dengan humormu mesthi mengatakan KATROK DAN MAU TANYA LOE MA BAPAKMU BEDA JAUH SEPERTI LANGIT DAN BUMI
Mar 14, 2007 at 12:19 pm
gilang
Ndesso””katroook”’!!!!!!
Mar 14, 2007 at 1:59 pm
arifin
dibuatnya station tv adalh untuk jualan (program) jadi harus tahu apa kemauan konsumennya. 4 mata sangat tahu akan kebutuhan konsumen saat ini, mungkin karena jenuh dg tayangan yang hanya mengulas kondisi rakyat kecil tapi dampaknya thd rakyat kecil ga ada, mending nonton 4 mata bisa terhibur, lumayan 1,5 jam sehari kita diajak tertawa kan awet muda. salam buat mas 2 cool.
Mar 14, 2007 at 3:24 pm
Pudjiono/Sidoel Malang(Aremania Puncak)
Hallo Mas Tukul Arwana sing mbaurekso di Studio Trans7,Aku karo konco-konco dhek Malang(Aremania Puncak) salut,haru karo acara empat mata sing penbawa acarane koyok sampean, So’ale pembawa acarane setengah menungso dadine uwong sak Malang Raya ngefans berat karo acara Empat Mata,Kapan acara Empat Mata show ndek Malang tak tunggu yo ke datanganya… (Trims…)
Mar 14, 2007 at 3:43 pm
arie
PUASSSS….PUASSSS dasar wong ndeso rezeki Kota….
Mar 14, 2007 at 4:13 pm
agus budi utomo
HALLO MAS TUKUL ACARA HUMOR YANG LUCU DAN MENAMPILKAN ORANG ORANG YANG TDK MONOTON SOALNYAA TAYANGAN TV SEKARANG INI PADA JAM TSB NORAK NGEBOSENIN,DARI KESEKIAN KALINYA SAYA TERUS NYIMAK ACARA MAS TUKUL BERSAMA ‘EMPAT MATA’ TERUS OK BANGET DAN PADA EPISODE YG BINTANG TAMUNYA ADA TORA SUDIRO PAKAI KAOS YANG GAMBAR DEPANNYA BERTULISKAN ‘EMPAT MATA’ ITU BAGUS DAN KEREN ,KALAU BOLEH BELI ATAU MINTA KAOSNYA SPT TORA SUDIRO BISA NGGAK MAS TUKUL,NGGAK BOLEH PELIT LOH MAS TUKUL SAMA FANSNYA OK.
MAS POKOKNYA ACARA ‘EMPAT MATA’ MAJU TERUS DAN TETAP OK
Mar 14, 2007 at 4:19 pm
Pagut
klo menurut aku empat mata itu bagus bgt karna emang bisa buat penonton tertawa, disaat penonton tertawa maka disitulah penonton mendapatkan kepuasan tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan uang.
bagi yang suka silakan g suka, tapi jangan menghina.
bagi yang menghina menurut saya itu hanya kecemburuan mereka saja.
do the best Toekoel and 4mata crew.
salam metal
Mar 14, 2007 at 4:43 pm
anto gaper
saya suka acara empat mata, kalo boleh usul bisa gak sih menghadirkan bintang tamu selain dari kalangan artis, tentunya dikemas lebih seru dan lucu, bear berfareasi dan tidak mbosenin, matur nuwun.
Mar 15, 2007 at 11:16 am
sidiq murtadzo
Ternyata dengan modal semarangan pasbuat acara 4 mata. Kayak gombal mugiyo ternya banyak anak2 muda semarang yang tidak tau artimya…la lewat mas tukul gombal mugiyo jadi trend lagi…
saya sendiri anak pekalongan tapi lama tinggal di semarang.
sukses mas tukul cari bahasa2 daerah lain lagi…
sambil menghibur sekalian mengajari bulannya menggurui…
ntar tak sobek2….apa nya……
Mar 15, 2007 at 1:19 pm
daan
kalo mau lebih serius, ulasannya dari sudut pandang budaya populer mas, banyak referensi, kajiannya roland barthez misalnya, atu ulasan mas garin nugroho di kompas minggu tanggal 11 maret kemarin. jadi nanti ada posisi tukul sebagai ikon produksi tekhnokapital, yang terbangun oleh realitas televisi kita saat ini. wajar jika sampeyan agak jengah dengan acara ini. ada tiga hal menurut saya untuk mengkaji fenomena tukul ini
1. melihat fenomena tukul dari sudut pandang budaya populer
2. melihat fenomena tukul dari sudut pandang urban culture
3.melihat fenomena tukul dari sudut pandang realitas televisi
wuih serius iki……aku pelukis mas, saat ini sedang bikin projek berjudul
sama dengan ungkapan tukul BACK TO LAPTOP, saya mencoba masuk ke persoalan fenomena tukul ini dari 3 sudut pandang diatas, saat ini sedang proses pengembangan dasar pemikiran sambil karya jalan…..
segitu dulu deh
Mar 15, 2007 at 8:06 pm
Thomas Arie
Terima kasih Mas Daan untuk komentarnya…
Mengenai sudut pandang menilai acara ini, sehingga dapat memunculkan beragam rumusan… tentu saja ini sangat menarik untuk dituliskan. Namun, saya merasa belum cukup ilmu untuk sampai kesana…
Itulah kenapa, tulisan saya hanya mengulas tentang secuil dari sebegitu banyak yang sebenarnya bisa dibahas…
Saya tidak menulis banyak tentang sisi pribadi sang tokoh, tidak menuliskan latar belakang ide dibalik produksi acara tersebut (karena saya memang tidak tahu pasti). Saya hanya menuliskan dari sudut pandang saya sebagai audience, yang melihat tayangan itu beberapa kali… Dan kesan yang saya dapatkan itulah yang saya tuliskan disini…
Mar 15, 2007 at 8:36 pm
Yohanes Janam
Terima Kasih mas Tukul heeeeeeeeeeeeeeeeeeeee……. eeee.ndak boleh dipukul nanti jadi putul. Nanti ndak bisa tukul karena sudah dipukul.Makanya bibirnya mas tukul melebar kebawah aliar mlewer rrrrrrr (^_^) ndak bisa mingkem
ini emang acara terfavorit pemirsa ketimbang mikir utang melulu cari hiburan maka ini hiburan yang tepat. Yang ndak senang dengan acara ini jangan nonton saja. Jelas.yang suka enjoy aja dech
Mar 15, 2007 at 9:42 pm
anto gaper
saya sangat terhibur dengan tayangan 4 mata, tapi acaranya harus di kemas sedemikian rupa sehingga lebih menarik dan berbobot.
Mar 16, 2007 at 11:56 am
Ririen
Uhmmm, saya juga baru dua kali nonton - tapi ga penuh, hanya saat tontonan saya sedang iklan.
Memang bukan tipikal talkshow favorit saya sih. Seneng juga ngeliat Tukul bisa jadi ‘milyader’ karena 4Mata ini.
Sekali saya nonton, kesian juga pas dia dijaiin mainan sama Indy Barens, Indra Bekti dan Nico Siahaan…laptop nya ditutup dan…dia kebingunan trus ‘nyeret’ salah seorang crew. Itu di tengah acara ya…. ga bisa ketawa sih ngeliatnya, malah miris … Semoga sih Tukul bisa selalu nambah wawasan dan juga memperbaiki diri..sapa tahu bisa nyaingin Oprah Show hehe.
Sering dapet cerita dari OB di kantor aja soal talkshow ini…bagaimana Dorce akhirnya marah dengan salah satu pertanyaan yang dianggap “tidak sopan”. Yah…itu dia, semoga nanti Tukul tambah berwawasan dan berwacana sehingga tidak akan banyak kesandung.
Buat yang kurang menggemari talkshow ini termasuk si penulis… ya…gpp, masih ada banyak yang seru… :) Mungkin saya aneh, tetapi buat saya nonton TV itu mendingan buat ngilangin stress tapi nambah wawasan…jadi jangan cuma ‘kosong’
Mar 16, 2007 at 12:50 pm
dean
met siang mas tukul.. acaranya hebat banget ni, format acara talk show yang beda dari kebanyakan, dibalik itu mungkin adalah kru kreatif dari trans-7 yang telah berhasil membawa tukul jadi orang yang makin terkenal saat ini di dunia :D
btw.. ini mas tukul apa mas thomas ya..ya mungkin kembarannya hehehe.
keren thom anda membahas sebuah fenomena tukul wreynhaldi arwana top lah..
pokoknya kembwalii ke laptop!
pingin masuk tivi !! pingin masuk tivi !!
…katro !! …ndeso !!
huhauhauahua… puas! puas!
Mar 16, 2007 at 2:22 pm
franky
salam empat mata
kembali ke lap top, heheheheh kata - kata yang sudah tidak asing terdengar ditelingan kita. kwkwkwkwkwwk ….. empat mata ( ndeso, katro dll ) salam buat Om Tukul. om tukul mbok yao empat mata dikasih segmen kuis dong. buat yang dirumah ke poling sms. dah lah jangan banyak omong ( tak sobeeeeeek - sobekkkkk mulutmu ) Puwass , puwass
Mar 16, 2007 at 3:23 pm
Bintang
uuuuhhh….
aku juga gk bisa kasih coment dengan atau dari sudut pandang ilmiah seperti teman-teman diatas…
karena aku juga anggota HOKI ( himpunan orang katrok indonesia), dan aku juga wong ndeso.. semua hal yang berbau ilmiah itu susah banget buat ku… sebaiknya gk perlu deh kita ribut buat ngebahas panjang lebar acara ini, jangan sampai ada pro dan kontra di bumi indonesia ini cuma gara-gara oleh sebuah ikan yang bernama arwana tersebut, gampang aja deh, klo suka nonton klo gk suka ya tidur! tapi menurut ku komparasi antara orang yang suka dan yang gk suka pasti banyakan yang suka sama acara fenomenal ini! klo gk percaya suruh deh BPS buat ngelakuin riset dan nyebarin kuesioner buat ngebuktiin! dan klo ternyata pernyataan ku salah, maka silahkan anda-anda semua menyobek-nyobek mulutnya si tukul… lagian ini juga hiburan gratis yang betul-betul mampu mengendorkan syaraf bagi masyarakat indonesia ditengah segala kemelut dan permasalahan bangsa serta terapi bagi orang-orang yang trauma atas segala bencana..
Mar 16, 2007 at 10:04 pm
ariscakep bin ganteng tukang genteng
DASAR nDUESOOOOOOOOOOOO…………!!!!!!!!!!!!
MAS TUKUL ARWANA IWAK CUCUT KEPANGAN ARWANA DICIUM WILIANA MALAH KETAWA-TAWA…HEEHEEE “TAK SOBEK-SOBEK MULUTMU,,,, PUAS-PUAS”"”"……(MOHON MAAF BILA TERDAPAT KASAMAAN NAMA DAN ALAMAT)…..TUKUL ADALAH SOSOK YANG MISTERIUS DALAM HIDUPKU, KARENA AKU GAK TAU KENAPA SAMPAI SEKARANG AKU JUGA BELUM PERNAH MELIHAT WAJAHNYA YANG KAYA THOMAS DJORGI ITU (WAH JADI KEGEDEN ROK YAAA?????????). ‘TAK SOBEK-SOBEK, PUAS-PUAS’, KINI MENJADI TIRUAN PARA OPENGGEMARNYA DI SELURUH INDONESIA DAN KELAK AKAN MERAMBAH KE MANCA NEGARA (EMANGNYA BARANG EKSPOR IMPOR???). EMANG NAMA TUKUL SUDAH LAMA TERKENAL, TAPI DENGAN BELIAU (WAH KAYA PEJABAT NEGARA AJA PAKE BELIAU) MENJADI PRESENTER DI ACARA EMPAT MATA NAMA TUKUL ARWANA SEMAKIN TIDAK TERKENAL, EEHHH EHHH MAAF SALAH KETIK, MAKSUD SAYA SEMAKIN TERKENAL DI DUNIA LAAWAK INDONESIA, KALAU TOH ORANG LUAR TIDAK TAU NAMA TUKUL ARWANA ITU KARENA TINGKAT LAWAK DI NEGARA MEREKA TIDAK DIAKUI. MAJU TERUS MAS TUKUL ARWANA… SALAM BUAT MEGA YAAA…YUUUUKK YUUUKK. PUAS-PUAS,TAK SOBEK-SOBEK MULUTMU…..BYEEE.BYEEEE, MUAHHHHH.IH IHHH GAK DEHHHH
Mar 17, 2007 at 7:43 am
yupentus
Salam Bibirrrrrrrrrrrrrr Mas Tukul
kibarkan bendera!!!! biar maju terus ,,,
Ngomong2 mas tukul ko pipinya lari ke bibir smua????? lama2 yg keliatan cuman BIBIrnya doang,,, Ha ha ha…. ”
Mas Tukul kostumnya pake yang aneh2 donk biar tambah LUCHUUUUUUUUUUU
Thanks….
yupentus di Kalimantan Tengah
Mar 17, 2007 at 5:44 pm
Pondokiklan.com
EMPAT MATA…….
saya sependapat dengan yg diatas yang mengatakan acara ini unt bahan refreshing aja.. namanya juga “just kidding and just for laugh”
mungkin trans7 membuat trobosan komedian dgn konsep talkshow… malah saya bilang suksess karena ada station swasta lain nya yg niru2 juga….
okeh mas bos… salam kenal yooo dari anak anak pondokiklan.com
Mar 17, 2007 at 6:17 pm
Indra
Mas Tukul Jablay…mulutnya kelebihan daging!!!!huahahahahahahahaha
mas tukul….saya nge-fans bgt sama ngatini…soalnya dia itu sedap dipandang mata…lain hal nya mas tukul….udah bibirnya jebleh, gigi nya nangkring…ih pokok nya ga tahan kalo ngeliat mas tukul jadi manusia…hehehehehehe
sukses trus buat acaranya yah Mr. To Cool
Mar 17, 2007 at 11:42 pm
romi
salut buat mas tukul………!!!!!!!!!!!!
Mar 17, 2007 at 11:56 pm
Hugo Sistha Prabangkara
awalnya saya nggak tertarik trus saya diberitahu temen saya bahwa empat mata itu lucu .Kemudian saya nyoba liat eh ternyata saya juga ngakak.
Mar 18, 2007 at 4:12 pm
nick
Kalau dipikir-pikir memang acara empat mata itu gak banyak memberi pencerahan dari sisi intelektual. Namun saya tidak melihat pada sisi itu, yang menjadi parameter dari manfaat acara seperti ini adalah adanya suguhan yang mengendorkan urat-urat syaraf yang telah seharian begitu tegang selama bekerja pada waktu siang. Ini cukup bermanfaat dan menyegarkan. Saya secara pribadi merasa ada sesuatu yang menyenangkan dalam mengikuti program empat mata ini, saya merasa lebih enjoy dan relax.
Hanya saja saya berharap, team empat mata dapat terus melakukan pembaruan-pembaruan agar keadaan yang stagnan dan monoton dapat dihindari. Memang sih banyolan-banyolan mas tukul cenderung pengulangan-pengulangan, tapi tetap saja menyenangkan. Jika keadaan yang statis lebih dominan dari dinamika,saya sangsi lambat laun acara ini akan ditinggal. Untuk itu alirkan terus ide-ide baru dan nuansa-nuansa yang berbeda. Selamat buat empat mata……….
Mar 18, 2007 at 8:26 pm
BUDI SUGENG SANTOSO
salam kenal aj sama mas tukul
mas acara yang dibikin mas tuh bikin orang ketawa
dan juga bikin orang gak setres ko
Mar 18, 2007 at 9:56 pm
afiat
bagius….banget….salam buat tukulers mania….hehehehe…
salam juga buat mas tunggul arwana…..
Mar 19, 2007 at 1:01 am
galih
4mata bisa ngobatin stress kaleeeeeeeeeeee
Mar 19, 2007 at 8:00 am
roni
mas tukul saya seneng banget ama acaranya mas tukul…cuman waktunya agak siangan bisa ga mas? trus tolong donk bibirnya jangan terlalu nyosor..masa semua tamu maen di cium aja…kapan bagian buat sayanya mas
Mar 19, 2007 at 11:31 am
Republik OAO
hallow mas tukul…
pie kabare…
gmn mas rasanya jd orng kaya…
pasti ga nyangka kan…
mas tukul msh inget kan sm yg diatas…
sekali-kali Republik OAO blh main ke rmh mas tukul ia…
km semua bsa manjat pohon ko…
ntar kl kita nginep d rmh mas tukul trus tdrnya mas tukul dmn…
khan tmpt tdrnya mas tukul ada yg nempatin…
mas tukul kl sm bintang tamu jgn suka cium pipi dong…
iri ne…
kasian kan istrinya mas tukul cm bisa gigit jari doang…
ntar ga d kasih jatah malem loh…
makachie ia mas dah d bacain…
Mar 19, 2007 at 1:58 pm
akang ucup
Pada intinya mengenai 4 mata dgn tukul arwananya sebuah
kesuksesan atas “kristalisasi keringat”, jd klo ga suka dgn konsep acara yah ga usah komentar…blm tentu diri sendiri itu benar dan
lebih baik !!!
Mar 19, 2007 at 6:21 pm
Thomas Arie
Akang ucup, jadi… misal punya pendapat sendiri yang berbeda, mending diam? ;)
Mar 19, 2007 at 8:08 pm
Ming
Can’t agree more w/ your opinion pak thomas! :) saya juga dari pertama kali banget liat acara ini juga sempet mikir . ., ini sebenernya acara pure talkshow komedi ato cuman komedi aja, karena tiap kali ngasih pertanyaan . . trus tiap jawaban selalu ‘dipotong’ ditengah oleh mas tukul dengan joke joke nya. well i have to admit that his joke was mostly funny, however . . kalo acara ini mo disebut pure talkshow koq rasanya janggal. mungkin komedi lebih pas. well, mungkin ini juga selera pasar indo juga yah . . ., ngga bisa ngomong juga sih. kalo saya pribadi sebenarnya lebih suka kl si artis lebih diberi ruang untuk menjawab kemudian baru dikomentari lebih lanjut :) anyway, benernya mas tukul ini punya bakat untuk itu, karena dari gaya joke nya . . koq saya jadi inget2 conan o’brien yang gaya joke nya juga kadang2 comic and suka nyindir2 fisik . . tapi dari segi omongan and wawasan . . mungkin mas tukul harus belajar jauh lebih banyak lagi yah. ya gitu deh menurut saya, anyway maju terus 4 mata. salam dari canada :)
Mar 20, 2007 at 8:03 am
joko
Daripada nonton sinetron hantu2an n pacar2an mending nonton hantu beneran ya si tukul itu. Gw tiap hari nonton Discovery Channel, Animal Planet n sejenisnya bosen juga. So malemnya refreshing dengan 4 mata yang ndeso itu. Lumayan buat nurunin tensi hehehe
Mar 20, 2007 at 7:42 pm
talullah
Mas tukul betah aja jd bahan ejekan n’ tertawaan. Saluttttttttt buat mas tukul. “Pemimpin yg besar adalah pemimpin yg bisa menertawakannya dirinya sendiri”. contohnya ya mas tukul gitu.
Mar 20, 2007 at 8:19 pm
otong
Gaya Tukul adalah gaya yang otentik menurut saya tidak seperti presenter-presenter talk show yang lainnya .Ya boleh dikata kaku, di dalam diri tukul saya melihat sebuah multi talent yang ada.
JARANG SESEORANG PRESENTER YANG MAU UNTUK MENERTAWAKAN DIRINYA SENDIRI DAN BIASANYA BERSIKAP ANGKUH.TAPI TUKUL BERBEDA IA MAU UNTUK MENGAKUI KEKURANGANNYA DAN BERUSAHA TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN.
Kalau dikata ada guyonannya yang bersikap kasar, itu ciri khasnya .
Jujur selama saya melihat banyak talkshow di Indonesia saya yakin Empat Mata akan terus berjaya.
Coba kita lihat Om Farhan, Lepas Malam, SMS, DAN acara lain yg sama dengan acara empat mata kalo kita mo jujur kita akan melihat kekosongan, kekakuan, dan membosankan.Bukan kah seharusnya talk show pada jam malam harusnya dalam suasana ceria,menghibur,dan melepas pnat seperti empat mata.
Kalo mau membandingkan lagi dengan Farhan umpamanya Farhan lebih menjurus ke arah pornografi melalu ceritanya dan pikirannya.Mengapa itu tidak diperdebatkan?.Mengapa harus Empat Mata? dan Mengapa harus Tukul?
Saya mempunyai pikiran/hanya mengira-ngira mungkin yang membuat blog ini adalah orang-orang stasiun televisi yang acaranya tidak laku karena ratingnya turun drastis karena adanya tukul (ngiri kali)!!!.Dan satu lagi sebenarnya Emapat Mata adalah acara talk comedy show (ingat itu!!!!!!!!).
Saya tidak menuduh loh anda yang membuat blog tentang tukul di atas sekali lagi ini hanya pendapat, kira-kira, dan mungin.OK
Maaf yaaaaaaa
-Fans Empat Mata-
Mar 21, 2007 at 3:17 am
indra yohanes
kenapa emang soal tukul ? ngak ada yang salah tuh . Mungkin anda saja yang ngak suka comedy kali alias rasa humornya ngak ada.
Udah tahu acara comedy talk show soal bobot informasi mah ngak usah di bahas liat dong pembawa acaranya tukul juga katro masa mo berbobot.
Tappppppiiiii ddi dalam diri tukul kita dapat belajar bagaimana trus berusaha itu penting sebagaimana tukul yang dari 0 sampa sekarang ini. Naaaaaaaaaaaah ini yang tidak di punyai oleh talk show manapun di indonesia.Tidak hanya bobot informasi tapi pesan moral, semangat, motivasi yang di tularkan oleh tukul.
Mar 21, 2007 at 3:24 am
Thomas Arie
Terima kasih untuk komentarnya Mas Otong…
Saya mempunyai pikiran/hanya mengira-ngira mungkin yang membuat blog ini adalah orang-orang stasiun televisi yang acaranya tidak laku karena ratingnya turun drastis karena adanya tukul (ngiri kali)!!!
Dan, terima kasih karena saya jadi sadar, bahwa Anda lebih lucu dari Tukul… ;)
Mar 21, 2007 at 3:26 am
Thomas Arie
Mas indra yohanes (yang kebetulan IP sama dengan mas otong)…
Mungkin anda saja yang ngak suka comedy kali alias rasa humornya ngak ada.
Oh ya? Ah, saya tidak akan membela diri… Mungkin teman saya (yang pernah bertemu dengan saya) lebih bisa mendeskripsikan tentang saya dengan lebih baik… ;)
Udah tahu acara comedy talk show soal bobot informasi mah ngak usah di bahas liat dong pembawa acaranya tukul juga katro masa mo berbobot.
Loh! Kenapa Anda malah membuat kesimpulan yang berkesan bahwa Tukul tidak mampu memberikan sebuah acara yang berbobot?
Tappppppiiiii ddi dalam diri tukul kita dapat belajar bagaimana trus berusaha itu penting sebagaimana tukul yang dari 0 sampa sekarang ini. Naaaaaaaaaaaah ini yang tidak di punyai oleh talk show manapun di indonesia.
Jadi, apakah ini berarti bahwa Anda sudah mengetahui latar belakang bagaimana Dorce, Taufik Savalas, dan komedian lain sampai bisa menjadi sekarang ini?
Mar 21, 2007 at 3:35 am
bulbul
Yaahh, hidup ini harus ada balance mas..
Dan tukul adalah salah satu penyeimbang itu..
Kalau orang terlalu banyak mikir lalu stress kan jatunhya bisa bunuh diri
Daripada nonton berita2 itu mending nonton wong edan tukul arwana
Mar 21, 2007 at 1:31 pm
suroso
empat mata adalah tontonan yang bisa menghilangkan rasa stres & cape setelah kita seharian beraktivitas. dari pada kita nonton sinetron yang kadang2 tidak mendidik mendingan nonton wong ndeso. kalau ada orang yang tidak senang dengan empat mata itu sih orang yang ngiri aja lihat orang lain maju…..dasar NDESO…KATRO….CULUN ….KUTU KUPRET…maju terus mas tukul…..
Mar 22, 2007 at 11:54 am
bluedee
iya, lama-lama jadi ga terlalu kocak lagi. Tapi masih tetep nonton tuh soalnya sebagai penghilang stress.
Salam kenal mas thomas
Mar 22, 2007 at 6:02 pm
hisar
Oya mas tukul acaranya ditambahin donk, misalnya informasi maslah perkembangan bangsa kita (Indonesia). Aku rasa lawaknya udah bagus. maju terus mas.
Mar 22, 2007 at 11:15 pm
fathur rohman
Met malam mas Tukul,empat mata toooooooooooopp buanget,aku sampai enggak ketinggalan satu episode pun,gmn kalau empat mata sekali-sekali ngundang bintang tamu yang mirip sama mas Tukul semua kan ntar acaranya makin tambah seru,salam buat semua orang Grobogan yang ada di Jakarta,tukang buah vila nusa indah,tukang warnet&wartel Suta,dan juga keluarga dan teman semua di Tegal warung,Kalisari,Kradenan,Grobogan,tank you mas Tukul atas di bacanya Emailku ini maju terus Empat mata,
Mar 23, 2007 at 12:43 pm
fathur rohman
Met malam mas Tukul,empat mata toooooooooooopp buanget,aku sampai enggak ketinggalan satu episode pun,gmn kalau empat mata sekali-sekali ngundang bintang tamu yang mirip sama mas Tukul semua(termasuk saya)habis teman-teman pada ngeledek kenal ngak ama ini Tukul Arwana, kan ntar acaranya makin tambah seru,salam buat semua orang Grobogan yang ada di Jakarta,tukang buah vila nusa indah,tukang warnet&wartel Suta,dan juga keluarga dan teman semua di Tegal warung,Kalisari,Kradenan,Grobogan,thank you mas Tukul atas di bacanya Emailku ini maju terus Empat mata,
Mar 23, 2007 at 12:51 pm
renges,mustain renata
kol-kol, kenapa nama keluargamu belakangnya bisa ada nama arwana?
cobo kol namamu gantio seng lbh munafik dkt,setelah aku pikir namamu itu bgus di ganti nama michaell(huek…huek )dadi pengen muntah eee kul pdahal nama Riyanto itu nama has deso antik.kenapa nama antikmu itu malah kamu ganti nama tukol arwana?
sukses ya buat acara empat matamu&klurga arwana.
renges Bayuputih kalinyamatan Jepara.
Mar 23, 2007 at 2:46 pm
subianta Mandala
Mas Tukul………………anda orang paling beruntung di dunia, udah dapat honor tiap hari, dapat cium cewek cantik cantik pula. Mau tanya, Mas Kul, saya lihat ada juga cewek cewek tamu yang nggak di cium, emang kenapa? Apa ada kreteria tertentu, yang mana bisa di cium dan yang mana nggak boleh…………………..?
Eh ngomong-ngomong mas, rupanya promosi LAPTOP anda cukup berhasil, sehingga DPR sekarang rame rame mau beli LAPTOP. Kalau ada LAPTOP merek tukul, saya mau beli mas…………….
Salam monyoong………………………….
Subianta
Mar 23, 2007 at 8:04 pm
wongganteng
hm…. pantas negeri ini nggak maju-maju….karena kita lebih banyak hanya bisa omong dan cenderung mencampuri urusan orang lain…bukan berkarya pada sisi profesional kita sebagai anak bangsa….. wuih…hebat benar nih comment gue….kebetulan gue orang ganteng yg katrok….cuma berharap saja gue dipanggil jadi bintang tamu…..he…he…. puas…puas tak sobek2 mulutmu….. thanks selamat berkarya untuk bangsamu…
Mar 24, 2007 at 7:06 am
RM.Cahyono Dwi.P
mas tukul sing memelas,piye kabare dap?komentar saya untuk empat mata:tolong cari bentuk dagelm lain biar lebih mengelitik dan tidak membosankan….ok mas salam dari manusia planet lain
Mar 24, 2007 at 12:22 pm
Thomas Arie
Hehe, maksudnya?
Mar 24, 2007 at 2:05 pm
helmy
Klo kita jadi penonton emang lutcu bgt…..
“Mungkin” karna kita secara tak sadar emang suka melihat orang dicela!!!
Ndak semua orang kayak mas Tukul, bisa menerima setiap guyonan, celaan, ejekan,ditertawakan dll dengan nyantai dan lapang dada karna emang dah terbiasa (pelawak). Coba kita memposisikan diri menjadi “korban” mas Tukul, disiarkan sampe luar negeri :(
Bercanda sih boleh tp ya harus jaga perasaan juga….
Perhatikan ekspresi bintang tamu yang bener2 katrok misal kakaknya tukul, penjual bakmi yg diutangi tukul, mpe bapaknya sendiri… Gmn rasana jd bahan tertawaan semua orang.Mreka2 dah berjasa mpe Tukul kayak sekarang,balasannya apa???malah dijadikan bahan tertawaan. Kata2 “just kidding and just for laugh” gak nylese’in masalah.Okelah yg tukulers bilang tu cuman acara ringan untuk guyonan ga usah diambil serius!!! Sy akan setuju dengan pendapat itu jika tukulers dah merasakan dipermalukan dan ditertawakan di depan publik palagi disiarkan TV. Kan banyak bgt banyolan laen tukul yg segar, gak rasis n menyakiti orang laen. Mg2 lebih arif, gak “mekso” mbathi dengan berlindung pada kata2 “dah skenario/tuntutan profesi”.
Bagi tukulers cew.. -> Gmn sih perasaan anda jika menjadi mahasiswi (Klo gak salah dari Trisakti) di”lecehkan” di depan publik??
Rumah anda jauh ya???Ko “sangunya banyak”??
“Sangunya banyak” = Payudara anda besar sekali!!
Hidup Tukul!!!mari saling mencela!!!!
(Orang yg terbiasa mencela untuk bahan tertawaan dan sedikit sadar setelah merasakan menjadi bahan tertawaan orang)
Mar 25, 2007 at 6:38 am
Nino
Mas.. mungkin saja sebetulnya EMPAT Mata adalah sebuah acara yang luar biasa cerdas yang dikemas dengan (dibuat seperti ) luar biasa bodoh.. bukankah penonton banyak yang pingin nrasa lebih pintar daripada yang ada di TV? bukannya penonton sudah cape dengan segala keseriusan yang tidak serius? makanya acara2 yg menghibur seperti empat mata bisa menarik pemirsa (dan tentunya lintah sponsorship yang membuat kesal itu?)..yah mungkin hal serupa yang membuat acara seperti republik BBM/NEws dot Com juga laku.. dan selama hal tersebut masih disukai oleh masyarakat kebanyakan yg di”bukti”kan oleh lembaga institusi “riset” maka bagi mereka yang tidak suka EMPAT MATA ya pindah channel aja atau lebih baik lagi…TIDUR
Mar 25, 2007 at 12:14 pm
Thomas Arie
Helmy, terima kasih untuk komentarnya… Dan terima kasih telah memberikan tambahan informasi.
Nino, kalau dari sisi format acara, mungkin saja bisa dikatakan ‘cerdas’. Karena mungkin ini beda dari acara lain, dan merupakan sebuah terobosan baru. Saya tidak bilang kalau pembuatan konsep acara tersebut (dan hasilnya sekarang) merupakan sebuah proses yang singkat, dan mudah. Itu hasil kerja keras dari semua pihak. Dan saya yakin itu.
Jika dibandingkan dengan Republik BBM/News dot Com, kayaknya beda deh…
Hehehe… kalau Anda suka dengan acara tersebut, silakan. Tidak ada yang melarang. Selamat menikmati. Well, ada yang lebih bermanfaat untuk dilakukan kok ketimbang tidur pas acara Empat Mata.. ;)
Mar 25, 2007 at 1:10 pm
mazpadi
jangan lupa….
pencetus ide empat mata dan yang memilih tukul sebagai host adalah mr. appollo (orang filipina mantan tenaga kreatif di stasiun swasta terbesar) dia orang pintar dan berpengalaman… bukan orang katro… ndeso… sok pinter… tapi gawene minteri…
Mar 26, 2007 at 3:23 am
slam
halo mas tukul , acara mas semakin hari semakin maju aja ya seperti mulut mas yang semakin hari semakin monyong aja , maaf cuma canda, mas kalau bisa acaranya lebih di majukan , maksudnya lebih awal jam 08.00 atau jam 09.00 gitu mas biar kgk ngantuk saat nonton mas tukul , mas jangan lupa tambah jam nya ya kalau bisa 2 jam nonstop , dan jam nya lebih awal ya biar kgk ngantuk saat nonton acara ini , om mas tukul , semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat maju terus empat mata,
Mar 26, 2007 at 9:46 pm
webeler men
pagi, siang, sore, malam mas kul….kul….kul…… sy kagum sm reading skill mas tukul, sampe orang gak under estimate sm mas tukul walopun wong ndeso dan katrok, klo ngomong jauh dari ndeso ( bhs english ) mas tukul ampe blibet n kluar aer ujan ampe tmpt acara empat mata kebanjiran,… he….he…. sy hanya just kidding n just for laugh mas tukul, EMPAT MATA for all people in the world thank……….
Mar 27, 2007 at 10:15 am
bang Juri
Mbok yao kang Tukul mengundang bintang tamu Dalang (bukan dalang kerusuhan lho),seniman kethoprak,seniman apa saja.Mbuh kuwi seniman Jaran Ebleg ra masalah yang penting acarane Mas Tukul tambah heboh dan lucu tentunya. Tahu nggak Mas Tukul…Simbahku sakit keras….ketika nonton Empat Mata-mu…e..e..e…langsung saja nyawanya tidak bisa dipertahankan alias MATEX (boso semarangan) he…he…he…Pokoknya Maju Terus EMPAT MATA, Pepatah Inggris mengatakan: Waiting Tresno Jalaran Sko Kulino…!!!
Mar 27, 2007 at 11:33 am
joko setiawan
mas to cool yang gak caem tapi pede masuk tivi,mas saya punya usulan gimana kalo 4MATA bintang tamunya dari tim kreatifnya 4mata . ya sekali - kali biar nongol di tv , apa dia katro ky mas tukul apa ga. Atau kl ga si Ngatini, Ngatinem,Pepy,dan yang lain -lain tu mas biar aga lain gitu.atau istri dan anak mas tukul aja.yg jadi bintang tamu. gimana .
Mar 27, 2007 at 2:53 pm
zack
Gigi belum masuk Motor kok udah jalan.nah tu ibaratnya mas tukul ya kan tu giginya masih diluar, ditelen dulu mas biar bibirnya ga mancung.
sorry ya mas tukul jangan marah
Mar 27, 2007 at 3:41 pm
arief
gak perlu sebuah pencernaan, biar semua di cerna oleh si arwana cos pencernaan ada di dalam diri dia. jangan sombong aja inget yang diatas
suskes u tran tv
Mar 28, 2007 at 2:48 am
PURWANTO
halo mas tukul apa kabar yg makin sukses di acara 4 mata
mas saya kalau malam selalu nonton acara nya 4 mata kalau boleh saya mau nonton langsung ke studio 4mata bersama bapak/ibu mertua dan anak istri saya.
Mar 28, 2007 at 4:40 pm
andry
mas tukul ……saya hanya mendoakan saja acaranya mas tukul tetap OKE dan selalu ramai ditonton……KALAU SEPI-KAN GAN DAPAT PEMASUKAN ha.ha.ha.ha. yang penting kembali ke LEEEEEEEEEEP TOOOOOOOOOOP
Mar 28, 2007 at 9:21 pm
prast ganteng
tiap malem aku & teman-teman
gak mau tidur kalo blm liat aksi katrok mas tukul. katrok. ndeso, kurang ajar, aku ya kepingin lho mas ciumin artis tiap hari, tapi yang aku bangga buat mas tukul ya……jadi orang goblok segoblok gobloknya, wes gak rugi mas tuyul kalo kiatrok tapi menghasilkan.
Mar 28, 2007 at 9:37 pm
arieph
mas aq cuma mw nanya…
gimana sih strategi pemasaran,teknik produksi,kebijakan produksi,serta gimana cara kerja tim creatif empat mata trans 7???
mohon dibalas karena saya sangat tertarik dengan pengaruh acara ini terhadap masyarakat…
terima kasih
Mar 29, 2007 at 8:47 pm
arieph
mas aq cuma mw nanya…
gimana sih strategi pemasaran,teknik produksi,kebijakan produksi,serta gimana cara kerja tim creatif empat mata trans 7???
mohon dibalas karena saya sangat tertarik dengan pengaruh acara ini terhadap masyarakat…
terima kasih
Mar 29, 2007 at 8:47 pm
ANTO GAPER
saya salut dengan mas tukul, tampilannya yang khas, lumoh, katro, ndeso banget gituh loh… so pasti yang penting bisa menghibur hati masyarakat yang lagi susah.
Mar 30, 2007 at 10:53 am
nyoman kasih
Mas Tukul yg Ndesooooooooooooooo dan juelekkkkkkk
awalnya aku tuh gak tertarik sama acara 4 mata, tetapi dikantorku setiap makan siang selalu membahas acaranya 4 mata , saya jadi penasaran…dan setelah saya lihat ternyata tuh acara memang agak sinting alias gila…kadang sesuatu yg gak mungkin jadi mungkin dan itu bisa juga dibikin lucu…akhirnya sekarang kita punya kebiasaan untuk acara makan siang + membahas 4 mata,dan kita tuh berencana mau masang iklan mas, gimana nehc caranya???
sukses mas tukul
Mar 30, 2007 at 2:12 pm
J_Wicaksono
saya setuju sama paragraf terakhir tulisan mas thomas arie ini.
ini hanyalah sebuah pilihan selera.
tergantung kita menikmatinya dari sudut pandang yang mana.
jd..
kalo banyak yang seneng 4mata, itu wajar.
kalo ada juga yang gak seneng, ya tetap wajar.
pokoke nggak usah ribut, eyel2an.
yang seneng ya monggo nonton bareng aku,
yang gak seneng ya pindah channel.
kurang gampang gimana to? :D
Mar 30, 2007 at 3:23 pm
ahmad rofii
mas tukul yang katro gue ngefens banget sama mas.oiya mas kalau ngomong jangan asal nyablak aja mas entar kesambet kapok.udah yamas
Mar 31, 2007 at 8:53 pm
bakri
mas kenapa kok lambenya tambah panjang aja N kalo bisa sobek- sobeknya diganti aja ama sosor-sosor mulutmu
Apr 1, 2007 at 12:39 am
Ndosi
Saya sependapat dengan Otong di atas…!
Slamet yaaaa Mas Two Cool…!
Pak Thomas …! mungkin anda adalah salah satu orang yang bersifat (penyakit) paranoid kalo orang lain sakit anda akan merasa puas…! atau mungkin seorang propokator besarrrrrrrrr…! ngapain lu pake ngebahasin acara 4 mata…? iri, dengki,sirik,atau cemburu bahwa kamu tidak bisa seperti Tukul Arwana…? gimana pemerintah mau ngurusin negara ini bisa maju, yang jelas-jelas orang banyak suka koe malah lain…! dasar paranoid. kamu mungkin lebih suka nonton persidangan koruptor yang bohong-bohongan itu buktinya mana ada yang di tuntut sesuai dengan hukum…? atau nonton sinetron yang cengeng dan munafik itu..? sok gaya ilmiah tapi guoblok setengah mati.
Kalo loe gak suka ya nggak usah nonton aja dan nggak usah lemparkan statement yang memicu pro & contra, tonton aja acara film kartoon yang semuanya bohong dan khayalan itu…!
Maju trussssss 4 Mata, semoga semakin sucsess.
Dari seseorang yang bertugas di perminyakan. (Pabrik)
Apr 1, 2007 at 3:44 am
david irianto
tukul-tukul? kelihatannya acar yang dibawakan oleh tukul di stasiun televisi trans tv itu selyak acara yang kurang kerjaan dan mengacu pada pemerosotan aqidah. mengapa? karena acara tersebut memunculkan sebuah pertanyaan-pertanyaan yang nggak ada maksudnya, hanya ingin menelanjangi atau membuat fulgar bintang tamu. coba datangkan mak bongki ke acara tersebut,pasti pemirsa enggan nontonnya, karena wanita cantiklah yang sebgai dagangan tukul malam hari. kembali ke laptop serasa nggak as sebagai trade mark tukul karena dia kan agamanya islam jadi seluruh permasalahan harus dikembalikan kepada Alah yang sebagai pencipta seluruh alam, lha kalau kembali ke laptop apa kita minta tolongnya ke laptop? masalahnya mau nggak mau itu sekarang menjadi ucapan oleh masyarakat yang mengalami kesulitan, “kembali ke laptop” salut deh buat buat komentar yang nggak suka dengan acara ini, semoga acara ini secepatnya hilang dari layar televisi.
Apr 1, 2007 at 5:41 am
Wong ndeso tenan
sugeng rawuh, dateng paklek tukul !
salam hormat saya buat paklek komandan 3 tukul arwana kuatrooook
+ wong deso buangeeeeeeeeeeeeeeeeet.
ini dari tenggarong, yang seneng nonton paklek dengan gaya bibir eksotisnya.
dari pada ngurusin paklek kaning saya yang dimbat sama kpk lebih baik
ndelok podo-podo wong desone wae, iyo toooooooo !!!
horas molyate soko tenggarong, kaltim
maju terus paklek !!!!!!!!!!!!!!!!!!! komandan 3 tukul arwana (renallllllddddiiiiiii)
Apr 1, 2007 at 11:55 am
Pembaca blog ini
Untuk komentar nomer 104!
Goblok banget anda! Jika Anda memang lebih baik, komentar anda mlh memperlihatkan klo Anda lebih goblok!!
Anda baca tulisan keseluruhan! Kenapa malah ngomong soal dengki, iri, bahkan sampe provokator! Tidak beralasan! Lha memang semua orang harus suka dengan tukul!!! PIKIRRRR DONK PIKIRR!!! apa jadinya kalo semua orang seperti Anda… hancur negara ini!!!!
Apr 1, 2007 at 2:21 pm
Sharif
Kalo menurut saya, acara EMPAT MATA ini memang cukup sebagai hiburan semata. Untuk informasi saya rasa sangat sedikit. apalagi pendidikan, nol sama sekali. Tapi saya merupakan salah satu fans EMPAT MATA. Lumayan, sebagai hiburan saya yang penat sehabis bekerja. EMPAT MATA menurut saya memiliki “pesan” tersendiri yang baik “disengaja” atau “tidak disengaja” dapat saya ambil hikmahnya :
1. Bangsa kita ini sudah kehilangan jati dirinya.Sok tahu.Sok Pintar.Gak mau ngalah.Gak mau intropeksi.Dan yang lebih penting TIDAK MAU memikirkan nasib bangsa ini kedepan mau jadi apa?.Tukul BERANI tampil apa adanya. Tukul merasa, apa salahnya jujur dengan kondisi dirinya?.Katro,ndheso, gagap teknologi,bahasa inggris ngawur. Tapi dia berani ngaku. Kalo bangsa kita?sama rakyat kecil berani gusur,berani bohong. Tapi sama Amerika,PBB, atau Singapura takut?
2. Siapapun itu bisa sukses.entah itu Tukul,Taufiq Savalas,Dorce asal mau usaha. ya gak mas Thomas?
3. Siapa yang dirugikana oleh Tukul dan EMPAT MATA nya? menurut saya tidak ada.Yang dihibur? Banyaak …(Termasuk saya).
Khusus buat mas Thomas, bukannya saya mau melenceng dari Topik mas Thomas. Kalo mas Thomas cuma membuat artikel ini dengan pokok masalah apakah EMPAT MATA sebuah Talkshow?…saya rasa mas Thomas “Kurang Peka” dengan masalah pertelevisian kita. Kenapa gak mas Thomas bahas masalah sinetron HEART Series yang jelas-jelas TIDAK MENDIDIK bagi generasi muda kita.Khususnya ANAK-ANAK. Mengapa? acara ditayangkan jam anak-anak belum tidur.Trus disinetron itu sudah mengajarkan anak-anak SD buat pacaran dan ciuman….mau dikemanakan nasib generasi muda kita???
Sorry mas, komentarnya kepanjangan. Terus terang saya mengkritik mas Thomas yang tidak mengangkat topik yang lebih bermutu dan mendidik.
Terima kasih.
For Tukul n EMPAT MATA Team. Please,Baca komentar-komentar di sini. Supaya sebagai bahan masukan. Yang positif diambil.Yang Negatif jangan didengerin….
Apr 2, 2007 at 2:08 am
Thomas Arie
Terima kasih Mas Sharif untuk komentarnya.
Saya sepakat sekali dengan hal ini. Ketika saya tidak menjadi salah satu fans acara Empat Mata, ini bukan berarti bahwa saya tidak membuka mata dan telinga untuk informasi lain, terutama yang terkait dengan sosok Tukul Arwana. Saya yakin, apa yang dicapai oleh seorang Tukul merupakan sebuah hasil dari kerja keras, bukan semata-mata rejeki yang datang tanpa usaha. Jelas, ini bisa menjadi contoh yang baik.
Mengenai “talkshow” dalam artikel saya, itu merupakan sebuah pandangan saya. Saya lebih melihat tentang “yang saya lihat di Empat Mata”. Mengapa saya hanya membahas tentang Empat Mata? Ya, karena saat saya menulis, saya hanya bahas tentang hal ini. Mengenai topik seputar televisi, mungkin bisa melihat arsip dalam blog ini. Dan mungkin ada yang lebih berkopeten untuk menuliskan disertai dengan sebuah pembahasa yang mendalam.
Terima kasih untuk kritik dan masukkannya. Sekali lagi terima kasih. Mengenai yang lebih bermutu dan mendidik, mungkin lebih banyak blogger yang tulisan jauh lebih bermutu dan mendidik….
Semua yang tertulis disini, yang merupakan tulisan saya pribadi, hanya mewakili pemikiran saya Mas… pemikiran seorang blogger…
Apr 2, 2007 at 2:23 am
Adhi Yudho
walah Thom Thom… :D
gara gara Tukul, Empat Mata Laris…
ini.. gara gara tukul dan empat mata, komentar blogmu buanyak pooolll..:D
Apr 2, 2007 at 9:00 am
novie maniez
udah deh, udah deh orang cari duit tu caranya macem-macem. kita dong ikut bersyukur akhirnya ada orang yang sukses hidupnya. semoga aja mas tukul dapat hidup sejahtera sama istrinya dan tdk poligami……alah ada apa to ini kok sampai dsitu………….
Apr 2, 2007 at 10:39 am
fafa
assalamu’aaalaikum, mas tukul apa kabarnya?
acara empat mata bagussssssssssssssssssssss skl, sampai ortu ku bela-belain nonton tv malam2 untuk nonton empat mata. ketawa-katiwi sekeluarga kalo lihat mas tukul ngomong,krn mulut mas tukul antik sih heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.
sukses terus mas tukul.
Wassalamu’alaikum wr.wb
Apr 3, 2007 at 11:25 am
irfan sofyan
tolong dong mas tuku masukin dong ketrans 7 “EMPAT MATA”
SOBEK-SOBEK MULUT KAMU.terima kasih
Apr 3, 2007 at 12:16 pm
syaeful ponidi
mas tukul tolong dong bacakan email saya ke TRANS 7 “EMPAT MATA”
MAS TUKUL tolong dong biar mas tukul mukanya seperti kastro wong deso
“SOBEK-SOBEK MULUT MAS TUKUL”
Apr 3, 2007 at 12:41 pm