Aburizal Bakrie: Masalah banjir jangan dibesar-besarkan…

in Indonesian, Media, Personal, Thought

Di bulan Februari ini, salah satu topik yang sangat hangat dibicarakan adalah mengenai Jakarta yang sedang dilanda banjir. Saya sendiri berusaha untuk mengikuti informasinya, terutama melalui media televisi. Melalui beberapa sumber berita lain seperti situs berita online dan juga media cetak, yang saya lihat adalah bahwa bencana ini bukanlah bencana kecil. Terlihat bagaimana infrastruktur fisik porak poranda karena musibah ini. Bahkan puluhan orang juga telah meninggal dunia.

Saya rasa sudah cukup bukti bahwa bencana yang terjadi bukanlah sebuah permasalahan yang sepele. Saya memang tidak berdomisili di Jakarta, dan saya memang kurang tahu banyak mengenai bagaimana kebijakan pembangunan di Jakarta, pengaruh tata kota, dan keadaan geografis Jakarta membawa pengaruh terhadap terjadinya banjir kali ini. Namun, sekali lagi, saya merasa bahwa ini bukanlah masalah yang sederhana.

Saya sempat berbincang dengan Avianto, dan dia memberitahukan informasi mengenai pernyataan Aburizal Bakrie sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, sesuai yang dikutip di situs Liputan 6:

“Kalau kita lihat para korban itu masih ketawa. Jangan sampai dikondisikan seolah-olah dunia mau kiamat seperti yang televisi Anda (SCTV) katakan demikian,” kata Aburizal di Jakarta, Selasa (6/2).

Ajaib!


Sebuah tanggapan yang sangat menyedihkan, dan sekali lagi ajaib! Salah satu hal yang membuat tanggapan tersebut saya nilai “ajaib” adalah bahwa tanggapan tersebut dilontarkan oleh seorang menteri. Lebih spesifik lagi, seorang menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Tidak kalah ajaib dengan pernyataan seorang Jusuf Kalla sebagai seorang Wakil Presiden ketika terjadi peristiwa gempa di Yogyakarta pada bulan Mei tahun lalu, yang menyatakan tentang janji pemerintah untuk dana rekonstruksi sebesar 30 juta bagi korban gempa.

Tapi, bagaimana bisa Aburizal Bakrie melontarkan pernyataan seperti itu? Tapi gara-gara pernyataan tersebut saya juga jadi dibuat ‘tersenyum’, karena saya Aburizal Bakrie lebih lucu dari Tukul Arwana…

(Gambar dari situs Liputan 6)

UPDATE: Antyo Rentjoko (Paman Tyo) menuliskan tentang ‘perkiraan’ mengenai beberapa alasan mengapa hal ini tidak perlu dibesar-besarkan. Sebuah klarifikasi. Hahaha! Jleb!.

Udah jelas belon? Kerendem lumpur panas aja kagak mampus apalagi cuma aer. Cuma aer! Take it easy, man! Baca selengkapnya »

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed go get the latest entry from your RSS reader. You can also have my contents delivered to your inbox.

This entry receives 13 comments.

  1. Dodol

    sementara Jakarta banjir, Aburizal enak enak terbang ke Surabaya yg kering pakai Gulfstream pesawat jet pribadinya. Ahhh…. cukup nonton banjir lewat TV aja aaah………….

    Feb 7, 2007 at 5:14 am

  2. rifie

    Hmm, saya ngga pernah melihat Bakrie itu sebagai menteri. Tetapi sebagai business man. What a cruel guy….

    Feb 7, 2007 at 7:08 am

  3. Naif Al'as

    inilah contoh nyata dari rangkaian kebusukan dari kebanyakan pejabat pemerintah di negri ini

    Feb 7, 2007 at 12:50 pm

  4. Obyektif

    Pecat saja!

    Feb 7, 2007 at 1:09 pm

  5. firman firdaus

    tipikal birokrat yang pedagang ya begitu…

    Feb 7, 2007 at 1:39 pm

  6. kunderemp

    Ketawa-tawa itu ciri khas yang unik dari rakyat Indonesia. Mampu menghadapi maut dengan cengir sana cengir sini. Trus memangnya mau apa kalau tidak diperbolehkan tertawa? Apakah korban harus menangis? Toh harta tetap hilang.

    Tertawa adalah bukti bahwa semangat rakyat belum padam. Masih ada hari esok. Tetapi bahwa rakyat kita masih bisa tertawa tidak bisa dijadikan patokan penderitaan mereka kecil. Justru penderitaan mereka cukup besar.

    ~akuTerbaringDiRumahSakitKarenaDemamBerdarah
    ~saatBanjirKemarin

    Feb 7, 2007 at 3:51 pm

  7. Saya

    Beliau mungkin khilaf karena beliau punya semuanya yang lebih dari cukup. Kadang kondisi seseorang harus dibalikkan 180 derajat supaya bisa lebih berempati. Siapa tahu besok beliau jatuh miskin lalu menyesali omongannya?

    Feb 7, 2007 at 3:52 pm

  8. Oskar Syahbana

    Loh memang Aburizal ini kan Menkokesra, menteri koordinator kesengsaraan rakyat. Wajar lah kalo dia ngomong begitu ;))

    Feb 7, 2007 at 4:19 pm

  9. kus

    ha ha ha apa yang dia katakan soal banjir Lapindo ( anak perusahaan Bakrie ) ……. ?

    setuju sama Ozzie Menkokesra(Menteri Koordinator Kesengsaraan Rakyat) , dan kayanya SBY dapat bagian dari dia ya? nyesel gw pilih SBY.

    Feb 8, 2007 at 9:54 am

  10. asep

    tidak manusiawi

    Feb 9, 2007 at 12:13 am

  11. Jauhari

    Ndak Usah di BESARKAN emang sudah KELEM semua… Jadi JAKARTA KELIATAN kecil oe….

    Kok PEMERINTAH NDAK PERNAH ngaca yaa?? atau udah ndak punya MUKA!!!!

    Feb 9, 2007 at 8:10 am

  12. DinosJournal

    tuk firman firdaus yang memberi comment:
    “tipikal birokrat yang pedagang ya begitu…”

    Menurut saya komentar anda bodoh! Sama aja bilang, semua orang Indonesia bodoh karena anda bodoh. Ga peduli orang pedagang, ABRI, atau PNS, kalo memang kurang bagus kerjanya ya karena orangnya tersebut bukan karena dia pedagang, ABRI, PNS, atau yang lainnya. Nabi saya, nabi Muhammad SAW, juga seorang pedagang, namun Dia bisa memimpin dengan baik.

    Feb 10, 2007 at 1:01 pm