Selamat datang di blogosfer!

Harry Sufehmi, beberapa waktu yang lalu memberikan informasi bahwa beliau telah mendaftarkan lebih dari 25 domain yang berkaitan dengan nama-nama yang duduk sebagai pejabat pemerintahan. Mas Harry menyampaikan bahwa:

Untuk menghindari representasi digital para Menteri ini dari diserobot oleh pihak-pihak yang tidak beritikad baik, maka barusan saya sudah mendaftarkan domain name berikut ini ke account saya:

Dan pernyataan tersebut ditutup dengan:

Perhatikan bahwa itikad saya baik, yaitu mencegah domain name ini dari diserobot oleh para oknum; agar kasus-kasus, seperti disanderanya domain gusdur.com sebesar Rp 1 milyar, tidak terulang lagi.
Bagi para Menteri yang ingin mengklaim domain namenya, saya akan memberikannya GRATIS. Cukup hubungi saya (yang paling mudah adalah dengan berkomentar di posting ini), maka saya akan menyerahkannya tanpa biaya bagi ybs sama sekali.

Ah, ide yang menarik Mas Harry!

Sampai sekarang, saya pribadi kurang tahu mengenai tindak lanjut (dari pihak yang terkait dengan hal tersebut) maksud baik Mas Harry tersebut. Apakah menteri (atau siapapun yang memiliki akses terhadap hal seperti ini) sudah mensikapi hal tersebut atau belum? Mungkin hanya Mas Harry yang tahu.

Pak dan Ibu menteri, selamat datang di blogosfer!

Kita semua (terutama para blogger), pasti merasakan bahwa nge-blog itu gampang. Maksud saya, untuk memiliki sebuah weblog. Mengenai bagaimana materi atau content, itu mungkin urusan yang lain lagi. Tapi, setuju kan bahwa memiliki weblog adalah sebuah proses yang mudah dan murah?

Domain sudah ada, hosting sepertinya juga sudah ada. Nah, marilah kita buat lebih “mudah” lagi. Marilah kita membuat sebuah desain blog (theme) untuk menteri-menteri yang akan memulai untuk memiliki sebuah weblog? Berikut adalah gambaran ide yang terpikir oleh saya:

  • Blogger (atau designer web), membuat sebuah theme. Theme ini dikumpulkan sebagai sebuah alternatif theme untuk blog menteri tersebut. Saya rasa bagi para blogger yang sering berkutat dengan blog (terutama mengacak-acak template), hal ini akan menjadi hal yang menarik.
  • Theme atau layout tersebut boleh digunakan secara gratis. Ya, mungkin ada yang tidak setuju. Bukankah ini bisa menjadi sebuah ladang bisnis? Well, memang benar. Tapi, bolehkan kalau saat ini, dalam konteks ini, kita mengesampingkan sedikit mengenai hal ini?
  • Theme harus dibuat dengan memenuhi kaidah-kaidah teknis dasar. Misalnya, penggunakan heading, list, dan lainnya.
  • Credit theme tetap kepada pembuat theme asli.
  • Secara garis besar, theme mampu memfasilitasi semua internal traffic dalam blog tersebut. Misalnya, jika ada modifikasi pengaturan, moderasi komentar, widgets, dan lain-lain.

Ya, ini adalah sebuah ide saja. Jika memang tidak setuju, hal tersebut tidak menjadi masalah. Yang pasti, saya bersedia untuk membuat theme secara gratis untuk menindaklanjuti maksud baik yang ditawarkan oleh Mas Harry Sufehmi tersebut.

Sekarang, kita review secara singkat:

  • Domain (dan hosting) sudah ada.
  • Template sudah ada.
  • Dengan kata lain, hal-hal teknis yang dibutuhkan untuk pembuatan weblog sudah ada, semua sudah siap saji.

Hmmm… kurang apa lagi ya?