You're here: Home → Mekanisme pembuatan surat keterangan kehilangan

Mekanisme pembuatan surat keterangan kehilangan

Kemarin, adik saya memberitahukan kalau dia kehilangan buku tabungan dan kartu ATM. Dia adalah salah satu nasabah di Bank Mandiri. Saya sarankan untuk mengurusnya di bank, dan minta surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Saya informasikan saja bahwa mekanismenya tidak rumit. Dari beberapa kali yang saya alami, mekanismenya adalah sebagai berikut:

  • Datang ke kantor polisi kemudian menyampaikan keperluan ingin membuat laporan kehilangan (minta surat keterangan kehilangan).
  • Diminta menjawab beberapa pertanyaan perihal informasi yang akan dituliskan dalam surat kehilangan tersebut; seperti nama, alamat, dan lain-lain.
  • Surat keterangan siap, kita diberikan berkasnya dalam bentuk print out (atau manual jika menggunakan mesin ketik).
  • Surat keterangan selesai. Meninggalkan kantor polisi dan menggunakan surat tersebut untuk keperluan selanjutnya.

Oh ya, sampai saat ini saya kurang jelas mengenai biaya pembuatan surat tersebut. Setahu saya, surat keterangan adalah gratis. Itu sebagai bentuk layanan dari kepolisian. Tapi saya pernah menjumpai hal seperti ini:

Saya diminta mengganti biaya “administrasi”. Well, JIKA memang ada hal biaya seperti ini, kok sepertinya mekanismenya aneh ya? Maksud saya, lebih baik memang langsung dikomunikasikan dengan jelas. Misalnya, polisi langsung menyampaikan bahwa biaya adalah sekian ribu rupiah. Selesai.

Tapi, pernah saya mendapati yang disampaikan polisi adalah, “Mas, ada biaya administrasinya…”. Saya balik tanya, “Berapa pak?” Pak polisi menjawab, “Terserah Mas, seikhlasnya saja…”.

Loh? Gimana sih?


Kembali tentang yang dialami adik saya. Dia mengikuti apa yang saya sampaikan. Dan tidak lama kemudian, dia balik lagi ke rumah.

“Sudah dapat suratnya?”
“Belum. Aneh ini…”
“Aneh gimana?”
“Aku diminta oleh polisinya untuk meminta surat keterangan dari bank yang isinya menerangkan kalo aku adalah nasabah bank itu…”
“Heh??”

Karena sama-sama merasa heran, akhirnya saya sarankan untuk menelpoon Customer Service-nya Bank Mandiri. Dan Customer Service-nya juga merasa heran… Mungkin hanya pak polisi itu yang tidak heran kali ya?

Setahu saya, dalam hal ini:

  • Polisi memberikan surat keterangan berdasar informasi yang disampaikan oleh masyarakat.
  • Bank menggunakan informasi tersebut untuk keperluan yang berkaitan dengan permasalahan yang dialami oleh nasabah. Dalam hal ini adalah kehilangan buku tabungan dan kartu ATM.

Mohon koreksi jika yang saya pahami adalah keliru.

Terus terang, saya tidak begitu jelas mengenai mekanisme yang memang seharusnya berjalan. Maksud saya, mengenai hal ini… mekanisme yang pasti seperti apa?

Saat ini, adik saya sedang ke kantor polisi yang lain, masih dekat rumah. Saya tunggu saja deh mendingan hasilnya nanti bagaimana….

Update: Adik saya sudah mendapatkan surat keterangan kehilangan dari kantor polisi yang lain. Dan, disana tidak ada instruksti untuk “meminta bukti dari bank dulu untuk mendapatkan surat keterangan tersebut”. Nah, bagaimana ini pak polisi?

This entry receives 13 comments.

  1. jalansutera

    kalo bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?
    kalo Anda lapor kehilangan kambing, maka Anda akan kehilangan sapi juga…

    Sep 7, 2006 at 5:46 pm

  2. Hedi

    Buat surat keterangan kehilangan memang perlu, tapi kalo inget polisi jadi males ngurus. Ya itu, masalah duit walaupun ga seberapa sih. Mungkin kalo kita jadi polisi, akan gitu juga kali :)

    Sep 8, 2006 at 7:07 pm

  3. Thomas Arie

    Mas Puji,

    Haha! Bener banget… Antara sebel dan butuh nih… dilema.. :D

    Hedi,

    Benar, bukan masalah duitnya. Saya sendiri memang tidak masalah jika memang ini harus bayar. Ya, katakanlah untuk administrasi. Tapi, kalau tidak ada informasi yang pasti tentang hal ini, bikin males juga sih… Ah, saya telat kalau mau jadi polisi. Dan lagi, itu bukan cita-cita saya sih… heheheh :D

    Sep 8, 2006 at 7:12 pm

  4. deRegen

    temanku kena 50rebo untuk ngurus yang begituan, emang benar terlalu banyak basah-basih yang ujungnya sudah kita mengerti, yaitu duit.

    Sep 8, 2006 at 7:30 pm

  5. armadda

    yang sadis adalah cerita temen gue:
    dia kehilangan dompet, terus lapor, eh pak polisinya minta biaya adminstrasi.
    kata temen gue: yah pak kan saya baru kehilangan duit, saya ga punya sepeserpun. TEGA.

    Tapi jangan mengsamaratakan seh, soalnya gw punya pengalaman juga pak polisi yang melayani gw di polsek(polres) bogor pajajaran (deket mesra) koopoeratif banget, dan ga minta apa2, padahal gue sendiri seh udah siap ngasih.

    Sep 8, 2006 at 10:58 pm

  6. Imponk

    Pengalaman yang menarik! Yang laen bisa belajar nih, buat jaga-jaga kalo kehilangan surat berharga ;)

    Sep 9, 2006 at 4:33 am

  7. ak

    Saya juga pernah minta surat kehilangan dari pos polisi dekat rumah. Udah agak lama sih. Nggak diminta apa-apa tuh. (Padahal udah nyiapin duit). Tapi akhirnya saya menawarkan (tanya, biayanya berapa). Dibilang seikhlasnya aja, ya saya berikan. Rasanya waktu itu cuman 5 ribu. Saya juga salut sama polisinya yang nggak minta-minta duit.

    Sep 9, 2006 at 2:09 pm

  8. kus

    kemarin juragan ku kehilangan dompet berisi uang kes sama credit kart dan atm nya sekalian, huhhhh jadi ingat iklannya si sampoerna.

    Sep 9, 2006 at 8:01 pm

  9. ario dipoyono

    perasaan… aku ngurus tuh mudah banget deh di kantor polisi cuma 5 menit, tapi sayang aku gak pernah lagi ke Bank (bank yang menerbitkan ATM yang aku hilangkan) tersebut.

    Sep 10, 2006 at 11:19 pm

  10. Thomas Arie

    Armadda, ya saya rasa tidak semuanya bisa disamaratakan… :)

    Imponk, menarik sekaligus menyebalkan… hehehehe.

    ak, ketika saya mengurus surat kehilangan… mengenai seikhlasnya, saya juga “memberi” lima ribu. Kalau seribu gimana ya? :D

    kus, walah… busyet. bosnya punya ATM sendiri? :D

    ario, begitulah yang pernah saya alami juga. Makanya dengan yakin saya katakan ke adik saya kalau proses mengurusnya tidaklah sulit, tapi nyatanya seperti itu. Ya, memang tidak sulit sih… tapi yang dialami adik saya mungkin lebih tepat dibilang “aneh” daripada “sulit” kali ya? :D

    Sep 11, 2006 at 7:53 am

  11. He'u

    hihihihihihihihi… itu pak polisi nya lagi bokek kali yaxz… makanya bilang yah se iklasnya saja mas … wakakakkakakkakka… btw tidak semua aparatur penegak hukum seperti itu barangkali saja ada beberapa oknum yang melakukan tindakan demikian..

    Sep 12, 2006 at 12:48 am

  12. Yunika

    hi thomas,..
    gue pernah ngurus surat kehilangan, sekali, dan lancar tanpa biaya apa2. menurut gue, mungkin tergantung polisi yang kita temui. Ada yang minta imbalan, ada yang lurus dengan aturan.
    but i feel sorry buat adiknya yah…

    btw. thx dah visit ke blog gue.
    nice to be your friend.

    -yunika

    Sep 14, 2006 at 3:43 am

  13. bryan

    yg menjijikkan adalah tampang polisi dgn muka culas dan mata licik gitu. lima ribu jg duit, boss…. *curhat colongan*

    pa kabar thomas? lala? hei, november gw ke yogya :)

    Sep 15, 2006 at 5:12 pm

Custom Search

Orangescale Flickr Photostream • more →

  • Make Up by Wardah
  • Make Up by Wardah
  • Make Up by Wardah
  • Make Up by Wardah
  • Make Up by Wardah
  • Make Up by Wardah