Selamat Hari Valentine… Roy Suryo

in WWW

Beberapa waktu yang lalu, bertepatan dengan perayaan Hari Kasih Sayang, beberapa blogger Indonesia ikut berpartisipasi dalam sebuah ‘perayaan’ tersendiri. Kali ini, banyak blogger Indonesia yang ikut merayakan dengan mendedikasikan Hari Kasih Sayang 2005 kepada KRMT Roy Suryo Notodiprojo.


Menarik.

Seiring dengan berjalannya sebuah ‘agenda’ tersebut, cukup banyak reaksi yang muncul. Beberapa informasi yang muncul (paling tidak yang saya temui) misalnya: “Apa-apaan sih ini!”, “Kurang kerjaan…”, “Salah sendiri bilang bahwa blog cuman tren”, “Belum tau dia”. Ada yang cenderung positif dan ada yang negatif.

Wajar.

Dari kacamata saya pribadi, saya memandang bahwa acara ini merupakan sebuah momentum yang positif. Ya, mungkin ini adalah sebuah pergerakan dalam sebuah komunitas terhadap sesuatu benturan yang ditujukan kepada mereka.
Saya pribadi, ketika dulu Roy Suryo mengeluarkan komentar di media massa, saya memang secara pribadi tidak pernah begitu menggubris. Karena, saya tidak begitu tahu (apalagi tentang hal-hal yang berkaitan dengan teknologi). Mungkin lebih banyak pihak yang mengetahui tentang “mana yang benar”, “mana yang kurang benar”, atau bahkan “mana yang keliru”.

Tetapi mungkin menjadi lain ketika Roy Suryo menyinggung mengenai dunia blog (khususnya di Indonesia). Respon yang menurut saya luar biasa muncul dengan (berkesan) tanpa kendali. Dan menurut saya, tidak ada yang perlu heran (jika memang mengetahui mengenai bagaimana ‘kekuatan sebuah blog’) jika hal ini terjadi. Dan ini termasuk saya. Mengenai isu bahwa “blog hanya sebuah trend”, saya sendiri juga pernah menuliskan beberapa pandangan pribadi saya. Saya rasa saya tidak akan membahas lagi mengenai pandangan saya. Yang harus saya ulang, mungkin pada bagian bahwa (menurut saya), blog bukan hanya sebuah trend. Blog adalah sebuah industri, sebuah media baru, sebuah teknologi. Bahkan juga blog merupakan sarana komunikasi dan diskusi dengan lebih terbuka.

Kembali ke soal Valentine Roy Suryo. Memang benar, bahwa Roy Suryo juga memberikan sebuah dampak positif bagi perkembangan dunia blog khususnya di Indonesia (kalau juga berpengaruh diluar juga, mungkin tinggal menunggu waktu saja). Saya memandang dampak positif tersebut mengenai bagaimana sebuah wacana dipresentasikan secara terbuka, dan yang mendapati wacana tersebut adalah orang-orang yang mempunyai sebuah media untuk mengekspresikan pendapat mereka. Dan saya rasa, banyak yang memberikan tanggapan dengan sebuah argumentasi yang memiliki dasar. Banyak punya yang bukan hanya menuliskan dengan singkat “Saya tidak setuju!”. Ketika mereka yang masih berada di antara hitam dan putih tidak tahu mengenai isu ini, banyak yang berusaha mencari mengenai mana yang hitam dan mana yang putih. Dan disini ada sebuah proses berpikir. Bukankah proses berpikir adalah merupakan sesuatu yang positif?

Lalu, apakah ini sebuah pembunuhan karakter?

Saya rasa tidak. Beberapa orang yang menuliskan sanggahan, bukan memberikan sesuatu yang tanpa dasar, bukan sekedar argumentasi kosong. Dan mereka (dalam hal ini blogger), juga sangat terbuka terhadap diskusi, pendapat, jika memang apa yang disampaikan oleh blogger tersebut dirasa kurang tepat; dan ada pihak yang mengetahui lebih mengenai informasi yang benar. Mengenai Roy Suryo dan beberapa sanggahan yang disampaikan atas pernyataan, bisa dilihat selengkapnya di Rangkuman Roy Suryo. Dan silakan menilai sendiri.
Lalu, bagaimana jika pertanyaan “Apakah ini sebuah pembunuhan karakter?” yang sebelumnya mungkin ditujukan kepada blogger atas apa yang mereka sampaikan melalui media pribadi mereka, juga dilontarkan kepada nara sumber yang bersangkutan, dalam hal ini adalah Roy Suryo melalui pernyatannya (tentang blog misalnya).

Nah, apa jadinya seandainya, ada sebuah informasi tentang dunia teknologi dalam hal ini misalnya blog, disampaikan secara terbuka (dengan disertai referensi, oleh pihak yang memang memahami mengenai apa itu blog, dan lain-lain), tetapi target audience hanya cenderung mengetahui informasi yang keliru mengenai topik tersebut. Jelas dalam hal ini media massa memegang peranan yang sangat penting dalam hal ini. Dalam kasus yang lebih luas, kita pasti sudah pernah melihat apa jadinya jika media memberikan informasi yang ‘kurang tepat’.

Mengapa tidak membuat publikasi yang lebih tepat dan positif mengenai blog di media massa?

Salah satu hal yang saat ini masih menjadi pertanyaan adalah bagaimana akses blogger terhadap media. Didalam media (dan masyarakat), mungkin seorang Roy Suryo lebih terkenal dari seorang Enda Nasution. Tapi, dalam bidang yang lebih spesifik (yaitu blog), jelas Enda Nasution lebih mengerti dengan jelas tentang blog daripada Roy Suryo. Jadi, kenapa yang ditanya adalah Roy Suryo, bukan Enda Nasution misalnya. Apakah karena Roy Suryo adalah satu-satunya pakar segala yang berhubungan dengan dunia teknologi informasi? Apakah karena Roy Suryo lebih terkenal dari seorang Enda Nasution misalnya? Yeah, right… great people makes great stories, and it could be: bad stories are good stories. Buat media (pers): “Iya kalau pernyataannya benar, kalau ternyata salah (dan terbukti salah)?”

Sampai saat ini juga, kadang saya (mungkin juga beberapa blogger) belum memiliki sebuah jawaban yang jelas atas pertanyaan, “Mengapa Roy Suryo tidak memiliki blog?” Bisa-bisa ini bertanya kepada rumput yang bergoyang, hehe…

Menurut saya, JIKA Roy Suryo memiliki blog:

Roy Suryo dapat memberikan sebuah argumentasi dengan terbuka, tanpa menunggu media lain.

Jika Roy Suryo terbuka terhadap diskusi, maka pernyataan yang dilontarkan berpeluang untuk mendapatkan sebuah tanggapan (mungkin dari perspektif yang berbeda).

Indonesia juga bisa lebih terkenal. Misalnya, Roy Suryo menggunakan salah satu blogtool, kemudian yang mengembangkan blogtool tersebut tahu bahwa Roy Suryo pakai blogtool buatan mereka. Ini mungkin terjadi loh.

Roy Suryo berpeluang untuk mengetahui tentang aspek-aspek lain dalam blog (dan teknologi), misalnya teknologi HTML, CSS, web standards, trackback, ping, weblogs.com, Technorati, Six Apart, Jeffry Zeldman, dan lain-lain. Jadi, jika ditanya tentang CSS misalnya, paling tidak bisa memberikan sebuah jawaban yang benar.

Itu mungkin beberapa kemungkinan, tapi mungkin lebih banyak lagi.

Cut!

Ngomong-ngomong soal Valentine, bagi saya, itu hal yang tidak terlalu luar biasa. Saya tidak merayakan dengan sebuah momen yang istimewa. Iya kan, La? Karena saya sudah mengalami banyak momen yang istimewa bersama dengan makhluk yang sangat saya sayangi.

Wah, kok jadi curahan hati begini ya? Berarti benar donk kalau blog itu hanya curahan hati? Memang ada benarnya, tapi bukan hanya curahan hati. Bagi saya, wajar saja kalau ada sentuhan pribadi salam sebuah blog. Karena mengungkapkan perasaan hati bersama dengan orang lain (misalnya melalui media blog) itu juga macho loh… Ya, nge-blog itu juga suatu hal yang gentle kok.

Oh ya, saya ingin juga mengirim lagu untuk beliau yang terhormat (maaf, syairnya di hack dikit. Thanks and sorry for Serieus): “Blogger juga manusia, punya rasa rasa punya hati…

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed go get the latest entry from your RSS reader. You can also have my contents delivered to your inbox.

This entry receives 10 comments.

  1. avianto

    Hi Roy!

    *pertama ya?* *hore!*

    Feb 17, 2005 at 2:39 am

  2. reno

    Hi Roy!
    sial keduluan!
    *ngacungin kampak ke arah boy*

    Feb 17, 2005 at 3:33 am

  3. arjuna

    lagunya kelebihan kata “rasa” tuh

    Feb 17, 2005 at 9:55 am

  4. Ben

    Ih, surat cintanya kurang mendalam.. gak ada kata-kata ai lap yuu :P

    Hi Roy!

    btw, blog tanpa sentuhan pribadi? itu bukan blog tauuuuu… :D

    Feb 17, 2005 at 10:29 am

  5. Danz

    Hi Roy!
    Hi Rumput yang Bergoyang!

    Feb 18, 2005 at 8:11 am

  6. wonkito

    Hi Roy!

    Punya blog, ada yang bisa di longok kalo lagi ol… Mo nulis ngarang pun gak ada yang ngelarang, ini blog gw… Buat belajar juga ok, edit tampilan juga maksa kita belajar… Semenjak punya blog serasa punya rumah di dunia yang beda… Meminjam istilah Mr GBT, ini gubuk gw dasar bajingan!

    Feb 20, 2005 at 9:10 am

  7. echa

    gue heran deh….apapun postingannya, mau panjang kek mau pendek kek, tapi kalo udah bahas roy suryo, commentnya tuh biar banyak, tapi cuman satu,”Hi, roy!” weeeww…reader! kasih komentar kek!

    hmm….Hi Roy! *ikutan ah*
    heheheheh :D *ngacir*

    Feb 21, 2005 at 7:41 am

  8. echa

    tapi mas….sering blogwalking? coba tengok, mayoritas webloggers kita kan…kalo nulis ya ttg kehidupan mereka sehari-hari, ada yang make icon2 yang buanyak di postingan - nggak semua webloggers yg spt Thomas, Enda, dll yang kalo ngeblog tuh ttg what you’re thinking, yang postingannya bikin inspirasi orang, dll gitu…[ya gitu lah kira-kira lol]. mungkin yang diambil dr itu semua tuw hanya stereotype aja alias pukul rata…
    *don’t agree! jgn mukul rata ah!* but oh well….

    Feb 21, 2005 at 7:47 am