Apakah weblog sebuah jawaban?

in Thought

Sekarang online writing di Indonesia sepertinya sudah cukup (sangat?) berkembang. Ya lebih spesifik lagi dunia online journalisme dengan menggunakan media weblog. Ternyata lagi, media ini juga benar-benar mempunyai sebuah pengaruh yang besar (hal ini saya rasa tidak perlu diragukan lagi) terhadap mempresentasikan hal-hal yang menjadi wacana publik.


Enda Nasution juga pernah menuliskan tentang beberapa alasan untuk memiliki sebuah weblog. Recommended reading!

Saya pernah membaca beberapa artikel yang mungkin merupakan jawaban dari beberapa pertanyaan yang pernah disampaikan kepada saya, mengenai kenapa saya membuat weblog, kenapa saya repot-repot menulis, dan beberapa ‘kenapa’ yang lain. Mungkin beberapa alasan dibawah ini dapat menjadi salah satu alasan juga bagi Anda untuk memulai membuat sebuah weblog. Dan menambahkan apa yang pernah dituliskan oleh Enda Nasution.

  • Tunjukkan siapa diri Anda
  • Take and give
  • Apa yang Anda tuliskan, itulah yang Anda dapatkan
  • Mengukur pemahaman diri sendiri dan melihat pemahaman tersebut dari perspektif yang berbeda
  • Feed your fingers, and your brain

Tunjukkan siapa diri Anda. Mungkin hal dapat diartikan secara sederhana, bahwa ada saat dimana kita (terutama dalam dunia maya sekalipun) menunjukkan siapa diri kita. Memang benar, ada yang lebih suka untuk menulis secara anonymous, dengan alasan untuk lebih memiliki sebuah kebebasan dalam menuliskan sesuatu. Atau bisa juga dengan alasan supaya tetep menjadikan semua catatan menjadi sesuatu yang pribadi (dengan menyamarkan identitas penulis, bahkan mungkin menyamarkan elemen-elemen yang ada didalamnya: nama, tempat dan lain-lain).

Tetapi ada juga saat dimana kita harus ‘mempertanggungjawabkan’ apa yang kita tulis. Terlebih lagi jika ini melibatkan sebuah issue yang menyangkut kepada pemahaman publik. Kebebasan berekspresi memang kadang berbenturan dengan permasalahan seperti ini, khususnya dalam sebuah media dimana kita bisa menjadi pihak yang memiliki kebebasan untuk melakukan apa saja. Freedom is not only about expressing personal ideas.

Ada pula, yang dengan sengaja tidak menuliskan identitas karena tidak mau ‘menjumpai atau menghadapi sebuah counter argument‘ dalam tulisannya. Sehingga, seorang pemilik blog melakukan sebuah aksi, (mungkin) sekaligus menutup sebuah kemungkinan untuk menerima reaksi.

Menunjukkan identitas, menurut saya, bukanlah sebuah hal yang sulit. Kita pasti punya nama. Dalam dunia internet, kita kebanyakan memiliki sebuah email. Dan saya rasa kedua unsur tersebut sudah cukup sebagai sebuah informasi untuk melakukan sebuah komunikasi. Dalam weblog, secara pribadi, saya sangat menghargai sekali jiga ada yang memberikan tanggapan dalam isian weblog saya dengan mengisi nama, dan email. Ya, saya sudah menjelaskan bahwa email tersebut tidak akan ditampilkan. Tetapi, mungkin email tersebut dapat berguna bagi saya secara pribadi jika saya ingin melakukan korespondensi lebih lanjut terhadap pihak tersebut. Masuk akal kan?

Yang kedua, take and give. Kita tidak hidup sendirian. Apa yang kita tahu, apa yang kita baca, menjadi bagian sebuah mata rantai kontribusi yang ada. Ketika banyak mengunjungi weblog, ataupun artikel lain (semuanya saya terjemahkan sebagai: informasi), ada sebuah input yang positif. Saya menjadi tahu, menjadi lebih tahu atas sesuatu yang pernah saya tahu, membuka pemahaman terhadap apa yang saya yakini.

Jadi, mengapa tidak menjadikan alasan ini untuk berbagi pula dengan orang lain? Ya, pernah saya juga mendengar bahwa ada yang merasa tidak bisa menulis, tidak tahu banyak, dan lain sebagainya. Ya, hal tersebut saya rasa tidak bisa dipaksakan. Tetapi jangan pula berpikir bahwa apa yang kita tahu, meskipun itu sederhana, mampu pula untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi orang lain. Informasi atau pengetahuan tidak hanya tentang sebuah garis lurus yang berisi mengenai hal-hal yang sudah pasti, bisa juga berbelok ke arah yang lain. It can be anything.

Anda adalah penerbit, dan editor dari sebuah buku yang Anda tulis. Sangat menyenangkan. Karena proses berpikir dan pemahaman kita mampu kita presentasikan menjadi sebuah presentasi pribadi. Tidak ditutupi, tidak perlu melalui sebuah proses panjang. Dan tidak perlu menunggu. Apa yang ingin Anda tuliskan, itulah yang Anda dapatkan. Kita dapat mendapatkan bahwa apa yang kita pikirkan, mampu menjadi sebuah tulisan yang benar-benar murni dari hasil pemikiran.

Hal berikutnya adalah bahwa weblog ini mampu (sangat mampu) untuk menjadi media penyeimbang. Apa yang terpikirkan dan yang tuliskan adalah melalui proses berpikir. Dan juga ini mungkin berkaitan dengan self-esteem, yaitu sejauh mana kita mampu menerima dan memahami diri kita. Atau dengan kata lain tentang: penerimaan terhadap diri sendiri. Saya masih sangat ingat sebuah ilustrasi sederhana yang bercerita tentang bagaimana proses memahami wujud sesuatu. Jika dua orang buta mencoba menggambarkan bagaimana bentuk gajah, banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Jika yang dirapa adalah kaki gajah, bisa jadi persepsi yang timbul adalah bahwa gajah itu adalah sesuatu yang besar, berbentuk seperti tabung. Pasti akan berbeda jika yang diraba adalah telinga, atau ekor.

Argumentasi akan selalu muncul karena sesuatu bisa dilihat dari banyak sudut. Jika memang sesuatu itu berbeda dengan apa yang kita pikirkan, alangkah baiknya jika kita mencoba mencari tahu, membuat sebuah analisa yang mungkin diawali dengan sesuatu yang sederhana. Pertanyaan dapat dimunculkan, seperti, “Apakah benar seperti ini?”, “Tapi saya pernah membaca tidak seperti ini”. Jika memang apa yang kita pikirkan atau pahami ternyata memang tidak sepenuhnya benar, kita jadikan saja hal tersebut sebagai sebuah input, sebuah pelajaran. Dan jika kita masih belum yakin, masih banyak sekali hal-hal diluar sana yang bisa kita jadikan referensi mengenai apa yang kita pikirkan. Dan ketika dihadapkan bahwa wacana seperti ini menjadi sebuah diskusi, kita juga mempunyai hak untuk masuk kedalam diskusi tersebut. Tapi akan lebih baik lagi, jika kita membekali diri dengan niat untuk tetap menjaga diskusi kedalam diskusi yang sehat dan menyenangkan.

Ini tentang feed your fingers and brain. Ini mungkin bisa menjadi intisari dari apa yang tertulis diatas. Tangan untuk menuliskan sesuatu, dan otak kita gunakan untuk berpikir dan menelaah apa yang kita dapatkan. Kadang emosi kita membawa kepada hal-hal yang tidak logis, atau tidak etis untuk dilakukan. So, media ini (weblog) mampu menjadi sarana untuk membuat kita lebih memahami mengenai informasi dan etika. Nah, jadi:

  • Jika ingin mengekspresikan sesuatu melalui media online, kenapa nggak bikin weblog?
  • Jika ada sesuatu yang sudah tertulis dan kita mempunyai pendapat yang berbeda, mengapa tidak kita hargai sebagai sebuah hal yang positif? Dan untuk bersikap lebih bijaksana dalam memberikan tanggapan terhadap sesuatu adalah hal yang sangat tidak sulit kan?

Catatan:
Tulisan ini berkaitan dengan apa yang sudah tertulis dalam bagian komentar (dan isian) dalam weblog berikut ini:

Nah, apakah weblog mampu menjadi sebuah media untuk marketing? Bisa, bahkan dapat menjadi media yang lebih sopan. :)

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed go get the latest entry from your RSS reader. You can also have my contents delivered to your inbox.

This entry receives 10 comments.

  1. Imponk

    :) tulisan yang sangat bagusss

    Oct 13, 2004 at 2:47 am

  2. Jagat Maya Jay adalah Yulian

    Blog: Sebuah Kemajuan Literasi di Indonesia

    Blog adalah jargon yang berasal dari weblog, sebuah halaman web yang berisi catatan atau log. Catatan ini bersifat bebas dan independen tergantung seorang blogger mengisi blognya untuk tujuan tertentu, baik bersifat personal atau pun profesional.

    Se…

    Oct 13, 2004 at 10:25 am

  3. enda

    well said thom! :)

    Oct 13, 2004 at 2:14 pm

  4. amal

    Kalau jawaban tunggal, jelas bukan — lebih enak diposisikan sebagai salah satu alternatif.

    Yang penting jangan cepat puas, ayo terus menulis dan meningkatkan kualitas.

    Oct 13, 2004 at 3:46 pm

  5. killy

    ok kaka. tpai kadang juga sering bingung mau nulis apa :|

    Oct 14, 2004 at 11:06 am

  6. SyL

    Very interesting!
    Mas, coba disisir gmailnya, I have sent you email (3x) plus penambahan ruang di Forum MNP.
    Punten ah, tolong dibuka ya, Mas.
    Thank you.

    Oct 14, 2004 at 7:50 pm

  7. achill

    Seruuu.. tapi terkadang Ide buat ceritanya ngadak2 suka ilang hehehe :p

    Oct 15, 2004 at 12:36 pm

  8. Senandika

    disen web

    Lagi mikir-mikir. Bener juga ya, untuk ngejar segmen yang lebih luas mungkin gue lebih baik…

    Oct 15, 2004 at 2:23 pm

  9. meta

    Kenapa orang membuat weblog? Kalau di US sini, salah satu alasannya adalah sebagai media kampanye. Newsweek edisi 2 minggu lalu (kalau tidak salah) sempat membahas betapa cukup panasnya perang antara partai democrat dan republik melalui blog. They practically dissed each other in their blogs. … Yeah.. so..another use of the amazing media called web log. :)

    Oct 16, 2004 at 1:06 am

  10. Benediktus

    Saya juga setuju dengan pemanfaatan weblog sebagai sarana promosi. Dan saat ini saya sedang mempelajarinya untuk keperluan perusahaan saya (Elex Media Komputindo)

    Oct 20, 2004 at 9:05 am

Subscribe

Buy me coffee

Do you like articles and other in my blog? If you find them useful, you can support me by sending donation.