Jaman sekarang (sudah berubah?)
Beberapa hari ada sebuah diskusi melalui mailing list. Dan diawali dengan sebuah pengantar diskusi seperti ini:
Lagi nyelesein layout baru, tapi masih ada kesulitan… saya biasa pake browser IE sama Firefox. Untuk IE, jelas tidak ada masalah tapi untuk firefox, ada masalah dengan ‘dotted’
klo dilihat, di firefox gak ada background putih di content-nya. Dan tidak dikenal border dengan ‘dotted’. Terus terang, saya blom coba di browser lain.
mungkin ada yang bisa bantu disini. terima kasih
Dan diskusi berjalan cukup panjang. Secara pribadi, saya juga terusik untuk menulis pendapat saya tentang hal ini.
Mungkin pendapat saya sangat berseberangan dengan apa yang ditampilkan di mailing list tersebut. Dari sebuah topik diskusi tersebut, berkembang kepada pembicaraan tentang browser, dan teknologi dalam membuat tampilan situs. Menarik untuk diikuti apalagi jika membaca respon-respon yang masuk.
Nah, selain itu, diskusi juga mengarah kepada CSS dan juga <table>.
Bagi saya, proses mendesain tidaklah mudah. Kata desain (En: design), juga berarti sangat luas. Tapi dalam definisi saya, mendesain — dalam kata kerja — merupakan langkah untuk merancang sesuatu dengan melibatkan proses-proses awal (observasi, pencarian referensi).
Saya tidak hanya bicara soal desaign grafis, atau web design. Karena “desain” memiliki arti kata yang luas — bukan hanya dalam dunia internet (webdesign).
Kembali ke persoalan awal, mengenai permasalahan dengan dotted. Menurut saya ini bukan kepada permasalahan keterbatasan CSS (sesuai yang disampaikan salah satu anggota mailing list). Jika kita menggunakan border: 1px dotted #000;, maka hasil yang didapatkan bisa berbeda. Di Internet Explorer, dotted muncul seperti dashed, sedangkan yang mungkin ingin dimaksudkan adalah efek dotted seperti di Mozilla.
Beda hasil? Saya rasa, itu tidak masalah. Bukan tentang hasil yang berbeda tidak menjadi masalah, tetapi, memang karena keterbatasan browsers untuk membaca style tersebut.
Diskusi juga berlanjut kepada pembicaraan tentang cross-browser. Dan saya tidak setuju jika dikatakan bahwa penggunaan <table> yang excessive merupakan jawaban tentang permasalahan cross-browser. Satu hal yang pasti, <table< bisa digunakan, jika memang perlu digunakan — misalnya untuk menampilkan tabular data. Apalagi jika dipadukan dengan CSS.
Yah, penggunaan <table> selain untuk keperluan itu, mungkin lebih banyak digunakan karena <table> muncul jauh lebih lama daripada <div>. Dan lagi, karena pemakaiannya terkesan lebih mudah bagi kebanyakan orang.
Saya sendiri, lebih suka mengatur penataan dengan menggunakan CSS. Mengapa? Pertama mengenai efektivitas, dan kedua lebih mudah dalam penataan unsur-unsur yang lain.
Untuk masalah efektivitas, contohnya sebagai berikut — saya menggunakan perbandingan dua buah metode untuk menghasilkan “Sebuah area kotak dengan lebar 200 pixels, warna background dengan kode warna #eeeeee”. Mungkin terasa lagi jika ditambahkan kepada kasus lain misalnya dengan border yang dotted, berwarna kuning, dan lain-lain.
Dan bagaimana dengan browser-browser yang lain? Memang benar, mungkin setiap orang memiliki selera tersendiri tentang browser yang digunakan. Dan benar juga bahwa Internet Explorer masih menjadi favorit. Padahal, banyak sekali browser yang ada diluar sana. Berdasar hal ini, maka saya pribadi — dan mungkin beberapa teman — dan mungkin Anda tidak, lebih suka menggunakan teknologi CSS semacam ini. Dan sebisa mungkin, saya tidak menempatkan sebuah panduan tentang penggunakan browser seperti “Best viewed…”. Terserah browser apa yang mau digunakan. Dan saya juga berusaha tidak ingin web saya ‘meminta’ pengunjung untuk mengganti browser (dan mungkin setting resolusi komputer).
Mungkin saya tidak menganut paham egocentric, sehingga sebisa mungkin saya tidak meminta pengunjung web saya untuk melakukan hal-hal yang secara teknis menjadi keterbatasan (misal: jenis browser, resolusi monitor).
Yah, begitulah pendapat saya. Jika Anda tidak setuju, saya sangat terbuka untuk berdiskusi mengenai hal ini. Dan jika memang saya salah, saya mengharapkan masukan dan koreksi. Terima kasih.









This entry receives 8 comments.
Ray
Yup bener sekali, jaman sudah berubah bung.. sekarang browser makin banyak dan desainer mau tidak mau musti mengikuti perkembangan jaman, masing masing browser punya kelemahan dan keunggulan, saya pribadi setelah mengenal makhluk CSS terus terang sangat memudahkan dalam desain, saat ini hampir semua desain saya saya uji cross browser, dan lebih pas dengan CSS daripada dengan tabel.
Jul 16, 2004 at 2:18 pm
ods
CSS.. gampang susah, tapi bikin penasaran, asyik design dengan CSS :D
Jul 16, 2004 at 5:15 pm
diKi
mencoba fleksibel sesuai kondisi dan request aja saya mah, sebisa mungkin mendukung web standard dan berikan yg terbaik untuk desain ^_^
Jul 16, 2004 at 6:16 pm
didats
Wah.. *tersipu-sipu*
ternyata banyak yang respon yah..
makasih masukannya…
memang, yang saya rasakan lebih enak jika menggunakan CSS.
Jul 16, 2004 at 6:33 pm
Tjetja
Great…! Sebuah konsep yang cemerlang. Keyword di sini adalah “bagaimana menyajikan ke pengunjung” bukannya “bagaimana pengunjung melihat sajian”
Jul 16, 2004 at 10:01 pm
randi
wih, saya setuju aja. *karena jarang utak atik css*. saya baru nyadar kalo dotted dan dashed bisa disalah artikan oleh jenis browser tertentu.
Jul 17, 2004 at 6:25 pm
jalak
aw *kesindir* , menarik juga …. sbenernya dah lama mau coba , nti dulu dech
Jul 19, 2004 at 12:48 am
rudi
saya newbie & mau nanya nih mas.. kalo buat tabel seperti ini pake css gimana mas?
kolom_1: menu
kolom_2: isi text
syntaks CSSnya gimana? makasi sebelumnya
Jul 19, 2004 at 9:49 am