Blogtool yang mana?

in Webdev

Artikel ini dituliskan, untuk memberikan sedikit gambaran (mungkin juga jawaban) mengenai blogtool apa yang sebaiknya digunakan. Beberapa kali saya menemui sebuah pertanyaan, “Blogtool yang bagus apa?”, baik yang dilontarkan untuk saya, maupun yang saya temui di forum diskusi — dan juga weblog lain.
Artikel ini mungkin juga membuang waktu untuk dibaca… :)

Sangat (terlalu) banyak yang bisa dipilih

Saat ini, jelas terlihat kalau perkembangan dunia weblog berjalan dengan sangat cepat. Kita ambil contoh untuk lebih fokus adalah perkembangan weblog di Indonesia.

Melihat dari trend (kalau saya boleh menyebut demikian), ada beberapa blogtool yang banyak digunakan oleh blogger Indonesia: Blogger, b2/WordPress, pMachine, dan MovableType. Walaupun tidak dipungkiri, banyak pula yang menggunakan tool lainnya, baik yang didapatkan dengan cara gratis dari pengembang blogtool maupun yang tool yang didapat dari proses pengembangan tersendiri.

Hal ini juga diimbangi dengan suatu kondisi bahwa setiap blogtool memiliki sejumlah “technical requirements”. Dan juga, setiap blogtool mempunyai sebuah mekanisme tersendiri untuk meng-handle setiap materi yang akan, sedang dan telah dimasukkan.

Lalu, memilih yang mana?

Memilih diantara…

Satu hal yang perlu dijadikan dasar ketika ingin menentukan sebuah blogtool mungkin adalah: Pilih blogtool yang benar-benar memenuhi kebutuhan.
Mungkin pernyataan ini juga bisa didahului dengan beberapa pertanyaan seperti:

  1. Untuk apa saya menulis?
  2. Bagaimana tulisan saya harus diatur?
  3. Bagaimana saya ingin menyuguhkan tulisan/materi saya kepada pembaca?
  4. Hal apa saja yang bisa saya “korbankan” untuk mengemas tulisan saya?

Baiklah, hal tersebut mungkin hanya beberapa dari banyak pertanyaan yang mungkin bisa dimunculkan. Sekarang, mari kita mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

  1. Untuk apa? Pertanyaan (mungkin) ini merupakan pertanyaan yang paling mendasar. Mungkin menulis (membuat weblog) didasarkan pada alasan: kepingin punya, kepingin belajar (secara teknis), mendokumentasikan sesuatu, atau mungkin sudah sebagai suatu ‘kebutuhan’. Dari sini, mungkin sudah terlihat materi apa yang bakal dimasukkan. Walaupun sangat mungkin materi tersebut berkembang sejalan dengan waktu.
  2. Perencanaan pengaturan tulisan/materi mungkin juga harus dipikirkan. Apakah kita mengelompokkan tulisan kita berdasar waktu, kategori, pengarang (jika sebuah weblog memiliki beberapa penulis). Sebuah materi weblog yang berupa teks, mungkin berbeda dalam pengaturan materi weblog yang isinya adalah grafis.
  3. Mempresentasikan tulisan kepada pembaca mungkin bisa menjadi hal yang cukup rumit. Karena, pembaca tersebut mungkin adalah kita sendiri sebagai penulis. Dari sudut pandang penulis, penulis juga ingin menggunakan suatu tata letak dan pengaturan isi secara sistematis. Karena, banyak weblog adalah berupa catatan yang mungkin akan dibaca kembali. Sedangkan bagi pembaca lainnya (selain pemilik weblog), sebuah weblog mungkin menjadi sebuah media untuk mendapatkan informasi yang mungkin belum pernah diketahui, dan juga sebagai tempat untuk mendapatkan informasi yang sudah pernah dituliskan oleh sebuah penulis weblog. Kalau memang sifatnya adalah pribadi, mungkin pertanyaannya bisa menjadi: “Saya juga ingin weblog materi saya tertata rapi.” (Kalau tidak ingin, langkah ini mungkin bisa saja dilewati)
  4. Saya hanya ingin menulis, itu saja.” Pernyataan ini mungkin bisa berarti: “Saya ingin mempunyai media yang sederhana untuk meletakkan tulisan saya.”, “Karena menulis saja, tidak perlu mengeluarkan biaya macam-macam. Tidak perlu bayar hosting, tidak perlu beli domain, dan lain-lain”, “Saya tidak punya waktu banyak untuk memikirkan hal-hal diatas.”

Berkenalan dulu…

Jika Anda punya waktu sejenak, mungkin perlu sedikit mengenai hal-hal yang sifatnya teknis yang dimiliki oleh beberapa weblog yang Anda sudah tahu. Kalau belum tahu beberapa alternatif, bisa Anda luangkan waktu lagi untuk mencari weblog-weblog yang ada (termasuk penyedia layanan blogtool gratis).

Kita kenali dulu fasilitas, fitur-fitur dan “kemampuan” yang dimiliki oleh blogtool (atau penyedia layanan) tersebut. Dari proses ini, mungkin pilihan bisa berubah dari yang pernah Anda pikirkan.

Pilihlah sendiri

Sebuah hal yang kurang bijaksana jika memilih blogtool hanya karena ikut-ikutan, tanpa memahami benar kebutuhan yang sebenarnya. Jangan sampai salah memilih blogtool dengan alasan:

  • “Wah, tampilannya bagus. Bikinnya pakai apa ya?” — Kenyatannya, untuk menghasilkan sebuah tampilan yang ‘bagus’ mungkin memerlukan sebuah proses yang cukup panjang.
  • “Fitur weblog nya lengkap sekali, pakai ah!” — Padahal, mungkin banyak fitur yang sebenarnya tidak diperlukan. Lebih banyak yang tidak diperlukan daripada yang nanti akan dipakai.

Penutup

Tulisan ini merupakan pemikiran pribadi. Saya yakin, banyak pendapat yang mungkin tidak sesuai. Dan itu sangat saya hargai. Dan mungkin tulisan ini juga sudah ‘basi’. Yah… begitulah… :)

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed go get the latest entry from your RSS reader. You can also have my contents delivered to your inbox.

This entry receives 12 comments.

  1. ray

    yup memang terkadang pertanyaan itu membosankan, kenapa sih mereka tidak mencoba dahulu secara online/ofline, kalo sudah menemukan pastilah mereka akan puas, lha kalo ngikuti saran dari kita, misal kita sarankan MT ternyata mereka kesulitan bukankah itu malah lebih mengecewakan kedua duanya. jadi itu semua tergantung kegunaan dan selera masing masing ^_*

    Jul 30, 2004 at 7:13 am

  2. isni

    kalo saya milih blogtool berdasarkan 2 hal: pertama kemudahan, yg kedua kelengkapan. Kalo lengkap tapi susah, kayaknya bakalan sia-sia, dapetnya kesel doang… Biasanya saya mencoba fiturnya dulu secara offline (pake easyphp). kalo nggak, coba-coba di http://www.opensourcecms.com/

    Jul 30, 2004 at 1:06 pm

  3. ods

    klo aku coba aja yang orang biasa make dulu..misal blogger.com belajar/liat scriptnya nah abis itu pake blog tools yang tersedia di hostingan sendiri ato install manual..
    semuanya gampang sih klo kita niat belajarnya.

    Jul 30, 2004 at 9:20 pm

  4. diKi

    tulisan yg sangat bermanfaat sekali pak! dan bahasan soal ini ngga akan pernah basi kok thom, pertanyaan “blogtool yg mana yah?” bakal selalu muncul.. bahkan untuk seseorang yg sudah memiliki pilihan blogtool sekalipun ^_^

    Jul 31, 2004 at 2:07 am

  5. killy

    beneran buang waktu … huh !!!
    ehuehuehuehue

    Jul 31, 2004 at 4:38 am

  6. puty

    wah, ga setuju kalo tulisan kayak gini dibilang basi! tapi, masalah “pilihlah sendiri” tidak berlaku buat puty. soalnya puty mah ikut ajah sama yang ngebikinin… :D maklum, ga bisa apa2…

    Jul 31, 2004 at 12:14 pm

  7. echo

    iya memang, untuk bisa memilih yang bagus dan cocok sesuai kebutuhan kita, mau gak mau kita harus coba satu per satu. Kalau sudah pernah coba khan jadi nanti bisa membandingkan.

    Jul 31, 2004 at 5:26 pm

  8. bhima

    bener pak, harus sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pemakainya.

    Aug 1, 2004 at 12:35 am

  9. aban

    Jangan dilupakan juga bahwa ada sebagian blogger dengan tipe “penjelajah”, dalam artian dia ngeblog cuman pengen ngejajal semua blogtool… :)

    Aug 1, 2004 at 7:08 am

  10. joshua

    Saya tipe penjelalah om. Sampai saat ini sudah make WP dan MT. Hehehe. Sama-sama bagus. Makanya tunggu artikel saya di blogblast mengenai WP vs MT

    Aug 2, 2004 at 1:05 am

  11. ivari

    Masalah blog tools ini khan terlebih masalah kebiasaan dan juga keinginan si pemakin tool tersebut

    Aug 2, 2004 at 12:02 pm

  12. hendra

    wah emang harus pake ini dan itu dulu baru tau yang mana yang paling ok menurut selera kita. iya nggak sih. Ada yang user friendly tapi kurang banyak feature canggihnya, and vice versa tapi tampilannya standard. heheh emang bingung sih nentuinnya

    Aug 2, 2004 at 12:10 pm