Coba dulu saja bagaimana?
Semakin benar apa yang pernah dituliskan oleh Enda Nasution tentang “Just Fvcking Googling It“.
Beberapa kali — cukup sering malah — saya mendapatkan pertanyaan yang sepertinya yang bertanya melakukan sebuah “bungy jumping“. Memang saya juga lebih seneng kalau pertanyaan adalah straight to the point — bukan tentang something very personal loh — selama bahwa pertanyaan tersebut didasarkan kepada suatu dasar.
Jika memiliki sebuah pertanyaan dengan sebuah informasi dasar, mungkin proses pertukaran informasi akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Sebaliknya, jika langsung memberikan pertanyaan tanpa sebuah pemahaman awal, mungkin hasilnya akan kurang baik. Jadi, kadang (mungkin cukup sering), saya membuat jengkel orang yang bertanya kepada saya, ketika saya memberikan jawaban, “Baca saja dulu…”.
Bukan tanpa alasan, tapi maksud saya disini, semoga dengan membaca terlebih dahulu, akan didapatkan sebuah pemahaman terlebih dahulu. Ibarat kita mau bepergian ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi, lebih baik kita tahu gambaran secara garis besar dimana tempat itu bukan?
Nah, setelah membaca tersebut, siapa tahu malah pertanyaan tersebut diurungkan karena sudah menemukan jawaban.
Apalagi ketika membicarakan sebuah referensi. Mungkin makhluk ini akan memberikan suatu titik terang. Ya, pertanyaan berikutnya adalah “tapi hasilnya semuanya dalam bahasa Inggris”. Nah, bagaimana kalau disikapi dengan “Kalau dengan bahasa Inggris, berarti saya membaca sebuah teks berbahasa Inggris dan saya sekaligus menambah perbendaharaan kata dalam bahasa Inggris…”. Memang kesan adalah tidak instant.
Mengutip dari sebuah lagu berjudul “You’ve Got A Friend”, mungkin lagu ini dinyanyikan oleh Google. :)
When your down and troubled
And you need a helping hand
And nothing, whoa nothing is going right.
Close your eyes and think of me
And soon I will be there
To brighten up even your darkest nights.
You just call out my name,
And you know whereever I am
I’ll come running, oh yeah baby…







This entry receives 3 comments.
avianto
setuju banget. masih ingat istilah RTFM? Read The F**kin’ Manual? Istilah itu masih amat sangat berlaku.
tapi susah juga sih, mental kebanyakan orang adalah mental “disuapin” dan bener2 “disuapin” sendok per sendok…
tapi ya itu tadi.. mental… susah… *sigh*
Jun 21, 2004 at 10:39 pm
Nurudin Jauhari
Ini terlebih kepada masalah KEBIASAAN ^-^
Jun 22, 2004 at 11:44 am
Thomas
Avianto, yeah… and no one should be blame for this…
Nurdin, iya, kebiasaan… dan lebih susah kalo dah jadi kebiasaan. Ah, tapi kebiasaan kan bisa dirubah… cepat atau lambat. Tinggal niatnya saja kali yah?
Jun 23, 2004 at 3:38 pm