Kadang males deh…

In Bahasa Indonesia. :)

Sering sekali saya berputar-putar kesana kemari melihat halaman situs yang sangat beragam. Dari sisi tampilan, dan dari sisi teknis menampilkan apa yang menjadi isi situs tersebut. Tapi saya bukan orang yang mengenyam pendidikan formal untuk memberikan sebuah review yang bersifat teknis. Tapi, ya… impression.

Belum lama, saya terlibat dengan sebuah obrolan ringan dengan Avianto — yang banyak memberikan masukan dan pertimbangan bagi saya, dan juga mungkin bagi Anda. Dalam obrolan, sering muncul pertanyaan, “What do you think of…”. Ya, biasa, tentang web. Dengan William Pramana, Ikhlasul Amal, dan beberapa orang yang saya temui, cukup sering saling mengemukakan argumen. “Saya suka yang ini…”, “Tapi, kayaknya lebih bagus yang dulu deh…”.
Lha kalau saya? (Saya tidak berbicara tentang link dalam sebuah web yang dibuat dengan Flash, tetapi yang masih HTML-based.)


Let me decide whether I want to open it in a new window or not.

Kenapa ya tidak membuat supaya link itu ya dibuka di satu window itu sendiri, tanpa menambahkan target="_blank"? Atau paling tidak, ada semacam catatan bahwa link tersebut akan dibuka di sebuah window baru.
Di mouse, ketika right-click pada link ada pilihan “Open Link In New Window”. Kalau saya ingin buka link dalam window baru, saya bisa pula klik window tersebut dengan menekan tombol Shift. Apa lagi kalau misal dibuka di browser dimana saya pengen “Open In New Tab.” Saya pribadi, senang dengan sistematika ‘one browser oriented’.

Dulu, pernah juga saya diberikan saran untuk membuat sebuah link secara otomatis dibuka dalam window baru, “Kayaknya lebih keren kalau link itu dibukanya di window baru”. Menurut saya, “Tidak juga ah, itu nggak keren menurut saya…”

Too many requirements.

“Best viewed with Internet Explorer 5.5+, Javascript Enabled, 1024 x 768 resolution”. Wah…

Saya jangan diprotes donk!

Pernah pula saya diminta untuk melihat sebuah halaman web, dan ketika saya buka, saya harus menunggu untuk membuka sebuah background musik (dan berformat .mp3 pula). Kelamaan nunggu… ya sudah, saya ndak jadi buka. Eh, malah diprotes…

Apa lagi ya?