Remote Administrator, duh!

Mungkin ini sebuah pengalaman yang pernah Anda alami, khususnya Anda yang sering menggunakan public computer (baca: warnet). Walaupun, tidak semua warnet memiliki fasilitas ini.
Kenapa saya menuliskan ini? Ya, karena saya sendiri mengalaminya — saya sebagai seorang user yang menggunakan public place untuk mendapatkan akses internet :)

Pernah mendengar yang namanya Remote Administrator? Kalau belum — atau mungkin sudah, ada baiknya melihat lebih jauh tentang Remote Administrator. Dan juga, ada pertanyaan yang mungkin memerlukan jawaban.


Kalau secara pribadi, menurut saya sangatlah tidak etis jika seorang user (konsumen) tiba-tiba diintip dengan menggunakan program ini. Kenapa?

  • Privacy. Tidak lucu saja (dengan alasan apapun) kalo tiba-tiba seorang konsumen “diintip” layarnya oleh orang lain. Toh konsumen tersebut pasti akan memenuhi kewajibannya dalam hal ini membayar biaya akses. Dan dengan membayar biaya akses, tidak ada alasan apapun untuk diperlakukan/dicuragai sehingga sampai perlu dilihat apa yang sedang dilakukannya. Belum lagi kalo berbicara mengenai sesuatu yang “personal”. Bukannya akan menjadi sebuah lelucon yang dahsyat ketika misal konsumen sedang mengisikan atau membaca atau memberikan sebuah informasi yang sifatnya rahasia (misal password) dan tiba-tiba diintip?
  • Ketahuan kok. Salah satu yang pasti keliatan kalau kita “diremote” itu yang paling sederhana adalah: mouse pointer kita bergerak sendiri. Bukan karena mouse yang rusak, tapi coba deh mouse didiamkan, kalo tiba-tiba pointer jalan-jalan sendiri, berarti ada yang tidak beres. Yang kedua, kalau misal pointer mouse gak jalan, trus mousenya blinking dengan tidak wajar — cepet banget.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan?

Kenali deh itu Remote Administration, terutama perintahnya. Sebagai user di tempat umum, yang paling penting menurut saya, matikan koneksi Remote Administrator ke komputer. Mudah kok, dari keylistnya ada dikasih tau kayak gini:

“/stop” command – kills all running Radmin servers on the computer.

Jalankan saja. Kalau dari menu, coba deh ke Start > Run… > moga-moga selamat deh, tanpa diintip dan privacy paling tidak sedikit lebih terjaga.

Nah, kenapa saya menulis ini? Karena saya mengalami sendiri. Dan kalau sudah begini, saya rasa saya harus lebih berhati-hati dan selektif lagi dalam memilih tempat untuk mendapat akses internet. Hehe… ternyata lagi, duit belum cukup untuk membuka koneksi dirumah :D. Jadi ya sementara di warnet saja deh. Dan, dengan pengalaman barusan… I think it will be take a quite long to go back there. It was hurt. Why? Because I know that I was remoted. No matter what the reasons are, I was remoted. And I can’t accept that.