Kok mau? Kamu itu…

in Thought

Ada sebuah pertanyaan sederhana yang sering saya terima. Pertanyaan itu adalah, “Kok mau sih?“. Nah, mau dalam hal apa? Pertanyaan tersbut muncul misalnya ketika saya (kita ambil contoh sederhana saja) tentang web ini.

“Kenapa saya mau susah-susah menuliskan hal-hal yang kadang tidak ada gunanya, terutama hal-hal teknis?” Pertanyaan yang menarik…


Yang pertama adalah (mungkin sudah banyak yang mengenal ini, atau bahkan saya salah memakai istilah), “I want to feed up my mind”. Itu saja sebenarnya. Ketika saya menemukan sesuatu hal yang menarik; kenapa saya tidak “meneruskannya” kepada yang lain? — supaya orang lain tahu. Kalau ini kaitannya dengan teknologi, sudah sangat banyak contoh yang dapat diambil tentang berapa banyak orang yang “share” itu secara “cuma-cuma”. Lihat saja project-project Open Source yang sudah banyak ada. Mungkin, sama pertanyaan yang akan terlontar… “Buat apa mereka melakukan itu semua?”

Teknologi, ya… harus itu! (dengan nada seperti iklan, tapi saya lupa judul iklan apa). Mungkin saya melakukan hal-hal tersebut diatas, sebagai “balas budi” saya secara pribadi. Saya pernah merasakan bagaimana merasa sangat remote dengan yang namanya teknologi. Kelas tiga saya mempunyai email yang pertama kali. Itupun teman saya yang membuatkan. Mungkin Anda tertawa, tapi itu yang terjadi. Kenapa demikian? Karena saat itu, saya buta dengan internet, tidak melek teknologi.

Baru kelas tiga SMA pula, saya benar-benar banyak berhubungan (bukan sex) dengan komputer. Mengapa? karena, saat itu memang ada kesempatan saya untuk berinteraksi dengan si Moni (baca: monitor) dan teman-temannya.

Mungkin banyak yang mengira, bahwa saya mempunyai segala fasilitas standart (jika menilik dari apa yang saya kerjakan), kenyataannya… tidak. Ada beberapa hal yang membuat saya justru bersyukur tidak punya komputer. Benar.

Mungkin, jika saya punya komputer, saya hanya akan ada dirumah terus, (mungkin main game, yang mungkin tidak ada manfaatnya sama sekali), jauh yang dengan yang namanya sosialiasi publik, dan mungkin pola berpikir saya jadi tidak terpacu. Terpacu? Iya, dalam keterbatasan, kadang saya merasa bahwa saya harus melakukan sesuatu “dengan seefisien mungkin”. Dulu, (sekarang kadang-kadang), saya mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan “kegiatan mengetik” di rental komputer (saya sudah mengalami yang namanya rental komputer dari harga 300 rupiah sampai 800 rupiah). Waktu terbatas, karena tidak ada rental komputer buka 24 jam, apa yang terjadi? Kerjakan secepat mungkin.

Ada teman saya beberapa yang dulu pernah bertanya kepada saya, “Kamu bikin web Mocca Fan Site itu dimana?” Dan saya jawab dengan, “Di tempat teman, di rental komputer dia” Hahahaa… iya, saya membuat Mocca Fan Site itu dirental komputer dalam waktu 2 hari ditambah 2 hari yang lain untuk mencari datanya. Dan pernah menjadi suatu masalah, ketika saya lupa melakukan backup untuk file saya di rental komputer. Ilang deh… (ya resiko, namanya juga rental, yang pakai komputer kan banyal :P)

Mengutip sedikit dari… (ah! saya lupa lagi dari mana ini…); intinya seperti ini “… tinggal bagaimana menyikapinya…”

Mungkin ini suatu jawaban bagi Anda yang mempunyai pertanyaan seperti judul diatas :) Jika bukan, terima kasih sudah membaca tulisan saya yang panjang dan mungkin tidak ada artinya ini…

Selamat malam…

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed go get the latest entry from your RSS reader. You can also have my contents delivered to your inbox.

This entry receives 5 comments.

  1. echa

    wah thomas bener juga :)

    Dec 24, 2003 at 12:22 am

  2. kotakpensil

    “Kok mau sih?”
    Lha, masih banyak yg nanyain gitu yah?

    Dec 24, 2003 at 2:05 am

  3. Nuke

    I am a true believer that taste and preferences is not something questionable nor arguable .. so .. buat yang suka nanya “Kok mau?” .. mungkin jawaban paling tepat yaaa .. “Why not?”
    Merry Christmas, Thomas !

    Dec 24, 2003 at 8:24 am

  4. mushrooms

    Membagi ilmu adl salah satu bentuk ibadah. Bless people who would share their knowledge like you.

    Dec 24, 2003 at 12:28 pm

  5. ilma

    salut deh… tetap semangat ya, mas.. maju terus pantang mundur

    Dec 26, 2003 at 11:25 am

Buy me coffee

Do you like articles and other in my blog? If you find them useful, you can support me by sending donation.