Tapi mengapa?

Ada yang berkata, “Kenapa ketika sedang mendapatkan sesuatu yang baik, kita bersyukur kepada Tuhan? Dan kenapa ketika kita sedang kena bencana, kenapa kita selalu dinasehati untuk bersabar, berharap dan diingatkan bahwa ini adalah rencana Tuhan? Lalu, kalau Tuhan itu baik, mengapa aku tidak seperti mereka? Mengapa aku menderita? Bukankah ketika kita berhasil itu memang karena usaha kita?

Kalau kita sakit, bukankah itu karena kita memang tidak menjaga kesehatan? Lalu, kenapa aku seperti ini? Apakah ini kehendak Tuhan? Kalau Tuhan menempatkan diri kita sebagai yang tidak beruntung, berarti Tuhan jahat juga dong!”
(Sebuah petikan singkat dari sebuah percakapan yang dalam. Dan ini membuatku berpikir mengapa?)