Seputar #sawityowit di Twitter

Oleh Thomas Arie — 11:39 pm — View Comments

Secara singkat, kalau akrab dengan hadirnya tagar #sawityowit yang ramai diperbincangkan di linimasa Twitter pada bulan Ramadhan — khususnya waktu menjelang sahur, berhembus kabar bahwa ‘permainan’ tagar tersebut sudah berakhir. Itulah yang tertangkap di linimasa Twitter pada hari Sabtu dinihari, menjelang waktu sahur.

Sejak kali pertama saya menggunakan Twitter pada bulan November tahun 2006 sampai sekarang, banyak dinamika menarik yang bisa saya lihat. Mulai dari bagaimana pengguna teknologi internet memanfaatkan medium ini untuk berinteraksi, mencari informasi, pekerjaan atau hal-hal mencari nafkah. Keriuhan juga bertambah dengan makin banyaknya pemanfaatan teknologi untuk berbagai macam kebutuhan (dan kepentingan). Menurut saya, ini sah-sah saja. Walaupun, mungkin dari sisi yang lain juga kadang terasa kalau Twitter — sebagai sebuah layanan — seolah-olah di-abuse.

Baca selengkapnya »

Hal-hal seputar merokok di Hong Kong

Oleh Thomas Arie — 7:14 pm — View Comments

Bukan, saya tidak sehebat itu ke Hong Kong hanya untuk merokok. Intinya adalah saya perokok dan saya melihat cukup banyak tanda larangan merokok di Hong Kong ketika saya mengikuti acara nonton bareng Transformers 3 di Hong Kong awal bulan ini. Saya masih ingat tanda larangan merokok pertama yang saya lihat adalah di luar pintu bandara internasional Hong Kong, ketika menunggu bis jemputan yang akan membawa rombongan ke hotel.

Dan — untuk menambah efek dramatis — saya tidak membawa rokok satu batangpun dari Jakarta. Alasannya sederhana: lupa. Jadi sebelum cerita lebih lengkap lagi, saya mau berterima kasih dulu kepada teman-teman yang sudah rela berbagi rokok selama disana. Hahaha! Eh, tapi akhirnya saya beli rokok sendiri kok, ketika berada di Tung Chung, setelah meninggalkan Disneyland Hong Kong. Harga sekotak rokok yang saya beli adalah HK$ 45, atau sekitar Rp 50.000,–. Harga rokok paling mahal yang pernah saya beli. Saat itu saya beli rokok ESSE, karena tidak menemukan rokok khas Indonesia. Dan, sampai di Jakarta, sebungkus rokok ini juga belum habis.

Baca selengkapnya »

Melihat Hong Kong

Oleh Thomas Arie — 2:45 pm — View Comments

Ketika mengikuti acara Friday Movie Mania yang diadakan oleh simPATI awal bulan Juli ini, terus terang diawal saya tidak tahu banyak tentang Hong Kong. Bahkan, bisa dikatakan saya tidak mencoba mencari tahu tentang Hong Kong sebelum keberangkatan. Ya, paling tidak perjalanan kali ini bisa dikatakan lebih santai — terlepas dari jadwal yang sebenarnya lumayan padat. Saya menganggap lebih santai karena hal-hal terkait dengan perjalanan sudah disiapkan oleh penyelenggara.

Kesan Pertama tentang Hong Kong

Acara nonton bareng Transformers 3 yang menjadi agenda utama diadakan di hari kedua. Agenda lain adalah mengunjungi beberapa tempat yang ada di Hong Kong, dan termasuk acara bebas yang lebih banyak dimanfaatkan untuk berjalan-jalan melihat beberapa tempat disekitar penginatap di daerah Causeway Bay.

Ketika menginjakkan kaki di Hong Kong International Airport, kesan pertama yang saya lihat adalah Hong Kong itu tertib dan bersih. Arsitektur bandara misalnya. Walaupun waktu itu bandara sudah cukup sepi, tapi saya merasakah kesan yang nyaman. Lampu masih menyala dengan cukup terang, tidak terkesan suram.

Saya perokok, dan melihat tanda larangan merokok — termasuk denda larangan merokok sempat membuat nyali ciut juga.

Ya, 5.000 Hong Kong Dollar (sekitar 5,5 juta rupiah) adalah denda maksimum yang akan dihadiahkan untuk pelanggar aturan ini. Saya tidak mencari info lebih lanjut tentang ini. Pokoknya, jangan merokok sembarangan. Dan, satu hal yang lebih penting: saya tidak berkeinginan untuk mencobai mekanisme membayar denda. :D

Baca selengkapnya »

Jalan-jalan dan Nonton Bareng Transformers 3 di Hong Kong Bersama simPATI

Oleh Thomas Arie — 1:48 pm — View Comments

Minggu lalu, tanggal 7-10 Juli 2011, saya berkesempatan untuk ikut jalan-jalan ke Hong Kong dalam rangkaian acara nonton bareng Transformers 3: Dark of the Moon. Acara ini diadakan oleh simPATI dengan mengajak beberapa narablog, jurnalis, pemenang kuis, termasuk juga beberapa pengguna media sosial. Tulisan ini adalah tulisan pertama, dan saya akan coba sampaikan secara garis besar cerita perjalanan saya ke Hong Kong.

Dan, walaupun perjalanan disponsori oleh simPATI, saya akan coba tulisan dengan subyektif menurut apa yang saya temui selama disana. :)

Perjalanan ke Hong Kong

Perjalanan ke Hong Kong dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, tepatnya dari Terminal 2E. Saya sudah kenal dengan beberapa orang yang ikut dalam rombongan, tapi lebih banyak yang belum kenal. Jadi kesempatan ini juga sekaligus menambah kenalan baru. Setelah mendapatkan informasi singkat tentang keberangkatan, akhirnya rombongan bergerak menuju ke ruang tunggu bandara.

Baca selengkapnya »

Berpindah alamat blog

Oleh Thomas Arie — 12:07 am — View Comments

Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya saya putuskan untuk memindahkan blog yang sebelumnya beralamat di thomas.or.id ke orangescale.net/catatan/. Tidak ada yang berubah, kecuali alamat situs. Sebenarnya, blog yang di thomas.or.id tersebut dikelola juga oleh WordPress yang terpasang di domain orangescale.net menggunakan fitur Multi Site.

Waiting

Mengenai tampilan, saya hanya menggunakan acuan disain blog utama. Untuk saat ini, domain thomas.or.id tidak dapat diakses. Mungkin nanti akan saya ubah untuk mekanisme mengarahkan secara otomatis tautan artikel yang menggunakan alamat domain lama ke tempat baru.

Penarikan tunai Western Union melalui Bank Danamon

Oleh Thomas Arie — 1:25 am — View Comments

Setelah sebelumnya tidak berhasil melakukan penarikan tunai Western Union melalui Indomaret, akhirya saya lakukan penarikan di Bank Danamon, di Jakarta. Sebenarnya, ini tidak terencana juga. Cuma, karena kebetulan minggu kemarin sedang berada di Jakarta dan melihat bank yang memiliki logo Western Union, akhirnya saya putuskan untuk mencairkan dana. Ya, sekalian jalan saja.

Proses penarikan lancar, seperti biasa, tanpa proses yang ribet. Apalagi, saat itu tidak banyak nasabah atau pengguna jasa bank yang sedang berada di sana. Isi formulir, serahkan KTP, beres.

Nilai tukar rupiah juga tidak mengecewakan.

(Belum jadi) Melakukan penarikan tunai Western Union di Indomaret

Oleh Thomas Arie — 12:32 am — View Comments

Cuma sekilas saja dan cukup lama saya melihat ada logo Western Union di gerai Indomaret. Cuma karena memang belum pernah ada keperluan yang melibatkan Western Union, jadi tidak begitu memedulikan. Sampai beberapa hari yang lalu.

Ceritanya saya butuh mencairkan sejumlah dana — dibawah $US 200. Pernah saya melakukan pencairan dana melalui kantor pos dan juga bank. Rata-rata proses lancar saja. Hanya saja, kadang karena alasan kepraktisan dan setelah mendapatkan beberapa informasi termasuk teman yang pernah mencairkan disana, akhirnya saya berkeinginan untuk mencobanya.

Saya mendatangi kasir Indomaret dan menanyakan apakah bisa melakukan pencairan dana Western Union. Petugas kasir tersebut menyampaikan bisa, dan saya perlu untuk menyertakan satu lembar fotokopi identitas (Kartu Tanda Penduduk). Nah! Saya urungkan niat saya karena memang tidak bawa fotokopi KTP, dan tidak ada jasa fotokopi yang ada di dekat tempat tersebut.

Berarti, nanti akan butuh untuk bawa fotokopi KTP. Tiga hari kemudian, saya bawa satu lembar fotokopi KTP ketika saya pergi. Tidak memang saya niatkan untuk ke Indomaret, tapi siapa tahu nanti menemukan gerai Indomaret dan dapat langsung melakukan pencairan dana.

Dan, kebetulan ada gerai Indomaret yang saya temui ketika dalam perjalanan. Sama seperti sebelumnya, saya tanya dulu kemungkinan apakah  bisa melakukan pencairan dana. Ternyata bisa. Akhirnya saya disodori formulir. Ketika hendak menulis, saya ditanya tentang fotokopi indentitas. Atas informasi sebelumnya, satu lembar saja. Apakah satu lembar? Tidak!

Salah satu karyawan Indomaret yang lain yang kebetulan ada disitu bilang kalau butuh dua lembar fotokopi. Saya ulangi: dua lembar. Petugas kasir juga sempat tidak yakin. Mulai deh perasaan tidak enak. Petugas kasir sempat menanyakan lagi ke temannya yang menyampaikan bahwa butuh dua lembar fotokopi identitas. Dia sepertinya juga masih agak bingung dan kurang yakin. Akhirnya, petugas kasir tersebut “mengalah” dan menyampaikan kalau butuh dua lembar fotokopi identitas. Ketika saya konfirmasi lagi apakah tidak bisa dengan satu salinan identitas, petugas tersebut menggeleng dengan ekspresi yang kurang yakin juga.

Akhirnya, saya tinggalkan saja dengan perasaan yang agak kecewa. Apakah memang ada perubahan kebijaksanaan dalam rentang waktu tiga hari tersebut? Oh ya, kedua lokasi gerai Indomaret tersebut berada di daerah yang bisa dikatakan cukup ramai di Jogjakarta.

Mungkin lain waktu saja. Semoga saja tiba-tiba tidak membutuhkan Kartu Keluarga. Hehehe…

‘Itu Masih Mahal…”, katanya

Oleh Thomas Arie — 12:12 am — View Comments

Minggu lalu, sewaktu dalam perjalanan ke rumah teman saya Opi dan suaminya, kami mampir ke sebuah swalayan yang cukup besar untuk sekadar membeli beberapa makanan dan belanjaan kecil. Ketika turun dari mobil, kebetulan di area parkir sedang ada beberapa kios dadakan dan salah satunya adalah penjual furnitur.

Kebetulan memang beberapa waktu ini saya sedang memikirkan untuk membeli meja. Setelah melihat sesaat, saya melihat ada sebuah meja dengan ukuran yang cukup besar — dan sesuai yang saya cari. Kurang tahu juga apakah gerai jualan itu menjual produk dari beberapa produsen. Tapi saya melihat dengan jelas bahwa disitu ada tulisan OLYMPIC. Apakah itu memang dari OLYMPIC atau memang semacam orang umum yang sedang ikut berjualan.

Terus terang saja, ada keinginan untuk beli — walaupun karena alasan kepraktisan, saya mungkin akan membeli di tempat lain. Nah, karena agak penasaran dengan harganya, saya coba bertanya kepada salah satu penjaga gerai tersebut.

Saya: “Mbak, yang meja ini harganya berapa?”
Penjaga: “Itu masih mahal, Mas…”

Cukup akrab dengan percakapan yang kurang lebih seperti diatas? Hei! Itu bukan jawaban yang saya harapkan! Saya masih sangat sadar bahwa saya bertanya dengan cukup sopan. Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk segera meninggalkan tempat itu. Terus terang saya kesal. Huh!

Ini memang bukan kali pertama saya mengalami hal seperti ini. Tapi, mungkin memang tampang saya memang tampang tidak punya duit. Hehehe… Mungkin lain kali, saya akan layani perlakukan semacam ini dengan cara yang lebih asyik deh…

Ke Yahoo! Community Town Hall

Oleh Thomas Arie — 12:22 am — View Comments

Akhir bulan April yang lalu, saya dihubungi oleh salah satu perwakilan dari Yahoo! Indonesia untuk berpartisipasi dalam acara Yahoo! Community Town Hall di Jakarta. Bisa dikatakan saya tidak tahu banyak sebelumnya tentang Yahoo! Community Town Hall tersebut. Salah satu bentuk partisipasi yang diharapkan adalah berbagi informasi atau pengalaman seputar salah satu produk layanan Yahoo!, yaitu Flickr. Setelah mendapatkan beberapa penjelasan tentang acara tersebut, akhirnya saya mengiyakan tawaran tersebut. Dan, karena saya berada di Jogjakarta — saat itu saya baru sekitar satu bulan berada kembali di Jogjakarta — jadilah agak sedikit perlu usaha untuk datang ke Jakarta. Kebetulan pelaksaan acara tersebut agak berbarengan dengan undangan keperluan lain untuk ke Jakarta.

Perjalanan dari Jogja saya tempuh dari Bandara Adisutjipto, dan diawali dengan keterlambatan jadwal penerbangan. Baru sekitar pukul 13.00 saya sampai ke tujuan di Jakarta. Dua hari sebelum pelaksanaan acara tersebut, saya sempat berdiskusi dan mendapatkan arahan singkat tentang  acara tersebut di kantor Yahoo! Indonesia. Oh ya, acaranya sendiri diadakan di @atamerica, di Pacific Place, Jakarta — tempat yang sudah beberapa kali saya kunjungi. Jadi tidak terlalu asing juga.

Di hari H — Jumat, 6 Mei 2011 — ternyata yang datang cukup banyak Entahlah, mungkin sekitar 200 orang(?) atau malah 300(?). Dalam acara tersebut hadir juga teman-teman yang telah saya kenal sebelumnya, baik dari komunitas Koprol atau pengguna Flickr. Ada juga dari teman-teman di Kopdar Jakarta. Teman-teman lain yang memang saya kenal melalui acara atau kegiatan selama setahun saya di Jakarta juga hadir. Acaranya sendiri diisi dengan beberapa presentasi dari komunitas pengguna Yahoo! Koprol, beberapa pembicara seperti Wimar Witoelar, Christian Sugiono, dan beberapa yang lain juga. Saya sendiri berbagi melalui presentasi singkat tentang Yahoo! Flickr.

Thomas Arie presenting flickr #ytownhall

Terus terang saja, sempat grogi. Tapi coba untuk santai saja. Setelah naik ke panggung, dan keluar kalimat pertama, entah kenapa semua berjalan cukup tenang. Slide demi slide presentasi saya tampilan, dan… selesai! Untuk slide presentasi, jika ingin melihat silakan lihat dibawah ini.

Kebetulan lagi saat itu partner videoblogging saya, Teguh D.H. juga hadir. Jadilah sekalian merekam video acara tersebut. Dan, salah satunya adalah video ketika saya berada diatas panggung.

Setelah acara selesai, dilanjutkan dengan networking dan berkenalan atau sekadar ngobrol-ngobrol dengan yang hadir disana. Dalam obrolan terlontar beberapa pertanyaan baik seputar Yahoo! Flickr atau yang lain. Beberapa bahkan menanyakan apakah saat ini saya kerja di Yahoo!. Walah… Tidak, presentasi yang saya sampaikan adalah hanya seputar bagaimana saya sebagai salah satu pengguna Yahoo! Flickr saja.

Hari Minggu siang, saya berangkat ke bandara Soekarno-Hatta untuk pulang ke Jogja lagi. Oh ya, bagi saya acara Yahoo! Community Town Hall sendiri sangat menyenangkan. Koleksi foto bisa dilihat di Flickr stream Orangescale atau juga ke Flickr Group Pool. Kalau videonya, silakan lihat ke Dadio.TV. Ada 5 episode video disana.

Bugar Menggunakan Jembatan Penyeberangan!

Oleh Thomas Arie — 12:50 pm — View Comments

Selama tinggal di Jakarta, salah satu moda transportasi yang saya gunakan adalah bis TransJakarta. Memang belum semua koridor pernah saya coba. Yang paling jauh — dari lokasi tempat tinggal — mungkin ketika saya naik dari Sunter, Kelapa Gading untuk menuju Mampang Prapatan. Dan, disanalah seingat saya saya mendapati jembatan penyeberangan untuk berpindah koridor yang cukup panjang. Saya tidak tahu berapa panjangnya secara pasti, tapi saya rasakan ini lebih panjang daripada yang ada di Dukuh Atas.

Ketika membaca tulisan Antyo Rentjoko (halo Mas Paman!), tentang JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) lainnya, terus terang saya cukup takjub. Soal tulisan, tidak perlu diragukan lagi: seru! Tapi, soal jembatan yang katanya memiliki panjang kurang lebih 500 meter ini, sepertinya luar biasa. Saya belum tahu pasti secapek apa jika mencobanya, tapi sepertinya menarik untuk dicoba. :D

Pencarian cepat:

I'm @thomasarie on Twitter

Berlangganan RSS

Masukkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru melalui surel.

Thomas Arie

I'm Thomas Arie from Indonesia. I blog about technology, social media updates, and bookmark interesting stuff found in the internet. More »

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License.

Made using WordPress.