Peluncuran Nokia Lumia 800 di Singapura (Bagian 2)

Oleh Thomas Arie — 11:38 pm — View Comments

Ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya. Acara utama memang datang ke acara peluncuran ponsel Nokia Lumia 800. Tentang kenapa malah banyak cerita diluar itu, ya karena memang acara berlangsung lebih singkat dari semua rangkaian perjalanan (termasuk jalan-jalan) ke Singapura. :)

Mungkin karena lokasi tempat menginap yang tidak terlalu jauh, perjalanan menuju Clarke Quay (lokasi peta) juga terasa cepat. Tapi, mungkin juga karena jalanan yang relatif lancar. Setiba di Clarke Quay, belum terlihat dan terasa keramaian. Acaranya sendiri direncanakan baru mulai pukul 19.00. Jadi memang masih terlalu awal.

Sembari menunggu, saya sempatkan untuk berjalan-jalan sendirian melintasi jembatan Read Bridge yang melintas diatas Sungai Singapura. Saya juga iseng berjalan-jalan melihat bangunan-bangunan di kawasan tersebut. Untung tidak sampai hilang. Terakhir, saya  duduk-duduk di tepi sungai. Hanya duduk diam dan melihat jembatan dari kejauhan. Salah satu kemewahan tersendiri di sore itu. :)

Sempat pula bertegur sapa dengan seorang bapak-bapak yang akhirnya meminta sedikit bantuan untuk dipotretkan, karena sepertinya beberapa kali gagal mencoba memotret diri sendiri dengan menggunakan kamera saku. Dua jepretan saya ambil. Setelah itu, saya sendiri melanjutkan keasikan saya sendiri mengambil foto dan video dengan ponsel saya.

Dan, tentu saja tidak ada foto saya sendiri…

Setelah berkeliling, saya kembali ke salah satu tempat makan yang tepat berada di sisi sungai untuk bergabung dengan rekan yang lain. Mengobrol sembari menikmati makanan ringan dan minuman, sambil menunggu acara dimulai.

Hari sudah gelap, dan akhirnya masuk juga ke tempat acara. Ini sebenarnya bukan kali pertama saya datang ke sebuah acara peluncuran produk (ponsel). Sempat juga terbayang apakah saya akan melihat sajian pertunjukan seperti peluncuran Nokia Lumia 800 di London yang kalau melihat dari videonya sangat luar biasa.

Di tempat acara, saya bertemu dengan beberapa rekan media dari Indonesia. Saya sendiri lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan ponsel saya untuk sekadar mengambil gambar dan video. Dan, saya baru menyadari kalau baterai ponsel saya sudah hampir habis. Dan, acara juga belum mulai. Duh!

Pengalaman Membeli Buku Secara Online di Amazon

Oleh Thomas Arie — 11:47 pm — View Comments

Sebenarnya bukan kali pertama saya membeli barang/layanan dari luar negeri. Hanya saja, kebanyakan berupa barang digital, misalnya buku elektronik, atau piranti lunak. Dari semua transaksi, bisa dikatakan tidak ada yang mengalami masalah. Semuanya berjalan dengan lancar.

Tanggal 13 November 2011 yang lalu, saya memutuskan untuk membeli sebuah buku biografi Steve Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson. Memang sih, sudah tersedia dalam bahasa Indonesia juga, namun dari beberapa ulasan dan tanggapan yang saya dengar dan baca, cukup banyak yang merasa kurang puas terhadap hasil terjemahannya. Saya coba lihat di Gramedia Malioboro, saat itu kalau tidak salah harganya Rp 110.000,00.

Di Periplus (masih di Malioboro juga) sebenarnya ada saya lihat buku ini dalam bahasa Inggris. Agak lupa tepatnya berapa harganya dalam rupiah, tapi tertulis di bagian belakang seharga $35 dollar Amerika.

Saya coba periksa langsung ke situs Amazon melalui aplikasi dari ponsel saya, dan saat itu buku dijual dengan harga diskon $17.88. Penawaran yang menarik. Saya coba melakukan pemesanan untuk melihat total biaya yang harus saya bayarkan (termasuk pengiriman). Ternyata total yang harus saya bayarkan adalah $27.86, dengan informasi perkiraan pengiriman selama 3 (tiga) minggu. Untuk metode pengirimannya, saya memilih “Standard International Shipping”.

Baca selengkapnya »

Menghadiri Peluncuran Nokia Lumia 800 di Singapura (Bagian 1)

Oleh Thomas Arie — 8:43 am — View Comments

Minggu lalu, tepatnya tanggal 7-8 Desember 2011, saya bersama dengan beberapa rekan mendapatkan undangan dari Nokia Indonesia untuk menghadiri acara peluncuran produk Nokia Lumia 800 di Singapura. Acaranya sendiri diadakan di kawasan Clarke Quay. Jadwal cukup singkat, jadi tidak sempat banyak mengunjung tempat dan berjalan-jalan. Tanggal 7 Desember sampai di Singapura, dan tanggal 8 Desember saya sudah berada kembali di Jogjakarta. Walaupun jadwal cukup singkat, namun saya mengalami perjalanan yang menyenangkan.

Perjalanan ke Singapura

Saya mendapatkan cukup waktu untuk mempersiapkan keberangkatan, paling tidak untuk memutuskan apakah bisa berangkat atau tidak di tanggal tersebut. Kebetulan, dari rekan-rekan yang lain, perjalanan saya dimulai dengan agak berbeda, karena saya berangkat dari Jogjakarta — sedangkan yang lainnya langsung dari Jakarta.

Sebagai pihak yang mengundang, saya harus memberikan apresiasi karena semua sudah dipersiapkan. Hal-hal yang terkait dengan keberangkatan sudah diatur semua. Intinya: saya tinggal berangkat. Sialnya, saya sendiri juga harus berjuang untuk bangun pagi untuk ke Jakarta terlebih dahulu dengan pesawat pertama dari Bandara Adisutjipto.

Sekitar pukul 04.30 WIB saya sudah dalam perjalanan ke bandara, dah menempuh perjalanan yang cukup singkat. Tak lebih dari 30 menit saya sudah berada di bandara untuk selanjutnya terbang dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia (GA 201) pada pukul 06.00 WIB. Harapan terbesar saya adalah saya bisa sampai di Jakarta dengan selamat dan tepat waktu, karena tidak banyak waktu untuk pindah dengan pesawat berikutnya.

Garuda Indonesia GA 201, JOG-CGK, 7 Desember 2011

Baca selengkapnya »

Tentang Bekerja dengan Cepat

Oleh Thomas Arie — 10:19 pm — View Comments

Ada yang bilang bahwa lebih baik “work smart” selain “work hard”. Lalu, ada pula “work fast” alias bekerja dengan cepat. Dan, sepertinya bekerja dengan cepat — untuk menghasilkan sebuah hasil apapun itu, memang menjadi harapan bagi banyak orang. Dalam pekerjaan hal ini tentu saja sangat baik. Tapi, mungkin ada sisi yang lain, yaitu kadang pekerjaan yang diselesaikan dengan cepat ini memiliki persepsi yang berbeda.

Maksud saya dengan kata “berbeda” disini adalah bahwa mungkin muncul dua kemungkinan. Pertama, asumsi bahwa pekerjaan tersebut mudah. Sialnya, kadang mudah diidentikan dengan pekerjaan yang murah. Ini yang sepertinya tidak enak.

Nah, dari sisi pekerja, ada dua hal yang membuat sebuah pekerjaan bisa lebih cepat selesai:

  • Pekerjaan tersebut memang mudah untuk diselesaikan, atau
  • Pekerjaan tersebut sulit dilakukan (dibandingkan dengan orang lain yang mengerjakan), namun bisa selesai dengan cepat karena yang mengerjakan sangat menguasainya. Because he/she is good at it.

Yang sering muncul adalah pemberi pekerjaan kadang memiliki sebuah persepsi bahwa, “Ah, itu kan gampang, cuma ini dan itu.” Padahal, ini dan itu bisa jadi pekerjaan yang sulit dan memakan waktu lebih lama. Sedangkan Anda, bisa mengerjakannya dengan jauh lebih cepat, karena Anda ini memang keahlian Anda.

Dilematis memang…

Urip neng kampung kui pancen penak, ning yo sok-sok rak penak jeh…

Oleh Thomas Arie — 8:17 pm — View Comments

Kit cilik, pancen aku urip neng kampung, lan kui penak lho. Lha piye orak kepenak, kanca dolan akeh, guyub, tur ditambah karo suasana liyane sing pokoke kepenak ngonolah. Sing urip neng kampung mesti ngerti banget rasane koyo ngopo.

Penak’e pancen akeh, ning yo sok-sok ono rapenak’e. Sok-sok, mungkin mergo saking cedak’e le sesrawung njuk kadang kui tangga liyane kok ketoke berhak nyampuri urusan sing — menurutku lho — orak perlu dadi urusanne. Lha repot nek ngene iki.

Contone ngene.

Jaman saiki kan yo rak koyo jaman biyen, misale bab nyambut gawe. Jaman biyen kan lumrah banget nek nyambut gawe kui ana jam kantore. Mangkat isuk, mulih sore. Bar kui mbengi sesrawung. Lha saiki kan yo rak mesti ngono to? Biyen jaman iseh nyambut gawe seko omah — istilah nggayane kui “freelance” — justru malah neng omah terus. Neng omah kui justru malah nyambut gawe. Lha pancen kuwalik sih dadine, tapi kan intine nyambut gawe.

Nah, iki susahe. Kaya ngene iki kadang durung akeh dipahami. Akeh sing ngira justru — terutama yo kui mau, tangga kiwa tengen — aku kok neng omah terus, orak nyambut gawe. Nek aku lagi orak neng omah, misale malah dolan pas wayah e wong nyambut gawe, malah dikira aku nyambut gawe.

Sakjane sih rapopo, tapi nek kaya ngono kui dadi obrolan kan yo rak penak. Wagu tenan ah! Ning yo wis ben, anggep wae resiko gawean. Wahhaha.. nggaya tenan istilahe!

Pengalaman Pembuatan Kartu ATM Pengganti di Bank BCA

Oleh Thomas Arie — 2:04 am — View Comments

Singkatnya, kemarin saya mendapatkan pelayanan yang baik dari Bank BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Sudirman ketika melakukan pengurusan pembuatan kartu ATM baru. Semua proses berlangsung dengan cepat, dan petugas layanan nasabah membantu semua prosesnya. Terima kasih Bank BCA!

Saya lupa tepatnya kapan saya kehilangan buku tabungan saya. Yang pasti, sudah lama. Atau mungkin, sudah sangat lama. Jadi praktis saya hanya mengandalkan kartu ATM saya. Oh ya, untuk transaksi perbankan, saya menggunakan ATM dari Bank BCA. Saya sendiri menjadi nasabah bank ini cukup lama. Kurang tahu kapan tepatnya, tapi kalau tidak salah sekitar awal tahun 2001/2002. Sudah pernah juga mengalami kejadian kehilangan kartu ATM.

Nah, karena sudah cukup lama, jadi memang dari sisi bentuk kartu bisa dikatakan sudah jauh dari bagus. Warna sudah mulai pudar, dan bahkan lapisan plastik di kartu juga sudah mulai mengelupas. Ya, walaupun jelek kartu tersebut pernah juga kok digunakan untuk penarikan tunai di Hong Kong beberapa bulan yang lalu.

Oke, abaikan kalimat terakhir diatas. Tidak terlalu ada hubungannya dengan inti tulisan ini.

Baca selengkapnya »

Sumbangan dan Sedekah

Oleh Thomas Arie — 12:53 am — View Comments

Sudah bukan hal yang aneh sih sebenarnya didatangi orang yang meminta sumbangan dengan berbagai macam motif dan alasan keperluan. Tapi ada satu kesamaan: mengetuk dan menggelitik sifat manusia yang bernama “keinginan untuk membantu” dan “belas kasihan”.

Saya bukan orang kaya yang bisa memberikan sumbangan. Dan, kadang saya tidak keberatan dan senang hati untuk membantu sesuai dengan kemampuan saya. Membantu orang lain yang seharusnya menjadi sebuah hal baik kadang malah justru berakibat sebaliknya bagi saya. Saya kadang bukannya senang, tapi justru ngomel, tidak terima, dan lain-lainnya.

Give Me Your Hand

Awal bulan lalu, ketika sedang duduk-duduk disebuah tempat umum, tiba-tiba saja didatangi oleh seorang ibu yang membawa anaknya. Meminta seiklhasnya dengan alasan untuk beli susu. Jujur saja, walaupun akhirnya memberi, tapi rasanya bukannya dengan niat ingin menolong, tapi supaya segera pergi. Jahat? Mungkin iya. Tapi, saat itu saya cuma ingin duduk, santai, dan istirahat. Cuma itu kemewahan yang saya inginkan saat itu. Ada sih perasaan bersalah, tapi disaat yang sama saya juga ingin sebuah hal yang sederhana yang ingin saya lakukan. Untuk saya. Itu saja.

Lain lagi yang terjadi minggu lalu. Ketika sedang bekerja dengan konsentrasi tiba-tiba saja ada orang datang — lagi-lagi minta sumbangan. Alasannya? Untuk sumbangan suporter yang mau mendukung laga Tim Nasional Indonesia di Jakarta! Bingung? Sama! Mungkin sedang kehabisan ide.

Baca selengkapnya »

Tidak Jadi Membeli Cakram Keras Western Digital

Oleh Thomas Arie — 9:08 pm — View Comments

Sebenarnya, ada rencana untuk membeli sebuah cakram keras produksi Western Digital ketika kebetulan kemarin ada pameran Yogyakomtek di Jogja Expo Center. Cukup  menarik karena ada banyak pilihan produk yang ditawarkan dalam pameran yang berlangsung pada 1-5 Oktober 2011 tersebut. Salah satunya adalah adanya gerai Western Digital.

Sudah lama saya ingin punya tempat penyimpanan data dengan kapasitas cukup besar. Merek Western Digital juga ada dalam pilihan utama. Tapi, akhirnya saya batal membelinya. Alasannya adalah tidak tersedianya produk tersebut, paling tidak sampai hari kedua pameran. Inipun setelah saya sempat bertanya kepada salah satu personil yang menunggu gerai tersebut.

Ada kejadian lucu yang mau tidak mau agak memengaruhi keputusan saya dalam membeli produk tersebut. Dari beberapa pilihan yang ada, saya menyempitkan menjadi dua pilihan utama: My Book Studio atau My Book for Mac dengan kapasitas 2 Terabita. Harga yang ditawarkan saat itu juga cukup menggoda. Dana yang saya siapkan juga kebetulan cukup untuk membeli salah satu produk tersebut yang ditawarkan dengan perbedaan harga sekitar Rp 350.000,00.

Baca selengkapnya »

Surat Pengunduran Diri Steve Jobs

Oleh Thomas Arie — 3:39 pm — View Comments

Pertama kali baca surat pengunduran diri Steve Jobs sebagai CEO Apple dua hari lalu, saya sangat kagum. Dan, setelah dibaca lagi, memang bagus. Ini menurut saya saja.

To the Apple Board of Directors and the Apple Community:

I have always said if there ever came a day when I could no longer meet my duties and expectations as Apple’s CEO, I would be the first to let you know. Unfortunately, that day has come.

I hereby resign as CEO of Apple. I would like to serve, if the Board sees fit, as Chairman of the Board, director and Apple employee.

As far as my successor goes, I strongly recommend that we execute our succession plan and name Tim Cook as CEO of Apple.

I believe Apple’s brightest and most innovative days are ahead of it. And I look forward to watching and contributing to its success in a new role.

I have made some of the best friends of my life at Apple, and I thank you all for the many years of being able to work alongside you.

Tapi, memang bagus ah!

Google Doodles HUT Kemerdekaan Republik Indonesia

Oleh Thomas Arie — 2:07 pm — View Comments

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia!

Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Google juga mengeluarkan sebuah disain Google Doodles untuk ikut merayakan ulang tahun ke-66 Republik Indonesia. Doodles ini merupakan sebuah langkah pengubahan dekorasi yang diaplikasikan kedalam logo Google untuk memperingati perayaan hari besar, peringatan peristiwa penting, bahkan juga untuk memberikan penghormatan kepada figur publik, sejarawan dan juga ilmuwan.

Untuk tahun 2011, lama Google dihias dengan menampilkan nuansa yang sangat Indonesia: panjat pinang!

Dan, berikut ini adalah modifikasi logo Google untuk menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2010 dan 2009.

Apakah tahun depan Google juga akan melakukan hal yang sama? Kita lihat saja nanti. Saya suka dengan apa yang dilakukan oleh Google untuk menghias logo dalam memperingati hari-hari tertentu. Merdeka!

Pencarian cepat:

I'm @thomasarie on Twitter

Berlangganan RSS

Masukkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru melalui surel.

Thomas Arie

I'm Thomas Arie from Indonesia. I blog about technology, social media updates, and bookmark interesting stuff found in the internet. More »

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License.

Made using WordPress.